Seoul (ANTARA News) - Perdana menteri terguling Thailand, yang kini menjadi buron, Thaksin Shinawatra, Selasa, mengatakan tidak berencana menggerakkan pendukungnya yang dikenal dengan "Baju Merah", meski menyebut pemerintahan militer saat ini kurang memuaskan.

Thaksin, yang secara mengejutkan menunjukkan diri sebagai salah satu dari pembicara konferensi di ibukota Korea Selatan, Seoul, mengatakan kepada Reuters bahwa ia tidak berencana menjadikan putranya, bernama Oak, mengambil alih tampuk kekuasaan partai Puea.

Ia pun meminta penduduk Thailand tidak menggunakan jalan kekerasan.

"Saya rasa demokrasi akan muncul cepat atau lambat, tapi kita harus sabar dan tetap damai," demikian Thaksin.

(Uu.E012)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015