Banjarnegara (ANTARA News) - Panitia Kongres Sungai Indonesia (KSI) Sekretariat Banjarnegara, Jawa Tengah, menggelar Lomba Foto Nasional KSI 2015 yang terbuka bagi masyarakat umum dan pelajar.

"Lomba foto yang terbagi atas kategori umum dan pelajar ini digagas Panitia KSI Sekretariat Banjarnegara bersama Komunitas Penggemar dan Penghobi Foto Banjarnegara (KPFB)," kata Ketua Panitia Lomba Foto Nasional KSI 2015 Eko Budi Rahardjo di Banjarnegara, Rabu malam.

Foto yang bisa diikutsertakan pada kompetisi tersebut, kata dia, adalah semua foto tentang sungai di Indonesia yang diambil dalam interval waktu 1 Mei hingga 31 Juli 2015, sedangkan penjurian dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2015.

Menurut dia, informasi dan pendaftaran lomba foto bisa dilihat pada laman http://lombafotoksi2015.com.

"Foto pemenang lomba dan foto favorit akan dicetak oleh panitia dan dipamerkan dalam pameran foto sungai yang diselenggarakan untuk meramaikan Kongres Sungai Indonesia 2015, 26--29 Agustus, di Balai Budaya. Selain itu, foto pemenang dan foto favorit akan dimasukkan dalam Katalog Foto KSI 2015 edisi luks," katanya.

Ia mengatakan bahwa total hadiah yang diperebutkan dalam lomba foto sebesar Rp18,5 juta serta piala dan piagam.

Khusus kategori umum, kata dia, hadiah ditambah produk sponsor berupa kamera Canon Eos 1200 D untuk juara I, kamera Canon PowerShot SX400 untuk juara II, serta printer Selphy CP 820 untuk juara III.

"Lomba foto ini dapat terselenggara karena adanya dukungan sponsor seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng Sub-Banyumas, dan PT Datascrip Canon Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum KSI Sekretariat Banjarnegara Hadi Supeno mengatakan bahwa sungai di setiap wilayah mempunyai keunikan untuk diabadikan dalam gambar.

"Sungai Ciliwung dengan masalah vila-vila, Sungai Serayu dengan erosi di Gunung Dieng akibat pertanian kentang, Sungai Cisadane dengan limbah pabrik tekstilnya, Sungai Kapuas dengan pembalakan hutannya, dan seterusnya," kata Wakil Bupati Banjarnegara itu.

Akan tetapi, kata dia, sungai juga memberikan pemandangan yang indah dan menakjubkan bersama dengan hamparan sawah dan gunung, bersama para nelayan yang tengah menyusur alirannya, atau nelayan yang tengah menebar jala.

"Semua gambaran itu, apakah sungai dalam kondisi baik atau buruk, bila pas angle-nya, pas waktunya, pas momennya, apalagi bisa menangkap rohnya, akan menghasilkan gambar yang bagus dan impresif. Cukup dengan melihat gambarnya saja, seribu pesan telah tersampaikan. Oleh karena itu, gambar sering kali lebih bermakna daripada 1.000 tulisan," kata dia yang pernah menjadi wartawan salah satu harian terbitan Semarang.

Ia mengharapkan dari penyelenggaraan Lomba Foto Nasional KSI 2015 akan diperoleh perpustakaan digital yang mengoleksi foto-foto sungai di seluruh Indonesia debgan berbagai kondisinya.

Menurut dia, perpustakaan digital itu akan disemayamkan di dunia maya dan menjadi pertanda zaman kondisi sungai di Indonesia pada masa tertentu.

"Media online memberi peluang kepada kita untuk dapat menyimpan foto-foto dalam waktu relatif tidak terbatas sepanjang media online masih ada, dan memberi kita peluang foto-foto tersebut untuk diakses semua orang," kata mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015