Jenewa (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan timpalannya dari Iran Mohammad Javad Zarif pada Sabtu (30/5) mengadakan pembicaraan selama enam jam di Jenewa, Swiss, mengenai perbedaan yang ada dalam masalah nuklir Iran.

Hanya tersisa waktu empat pekan sebelum tenggat 30 Juni bagi kesepakatan akhir menyeluruh guna menyelesaikan pertikaian selama 12 tahun mengenai masalah nuklir Iran. Satu sumber diplomatik pada Sabtu mengatakan masih ada jurang pemisah yang harus dijembatani dan pembicaraan pada Sabtu berakhir tanpa terobosan besar.

Menurut sumber itu dari delegasi Iran itu, pembicaraan tersebut dijadwalkan dilanjutkan pekan ini di Wina pada tingkat ahli dan wakil menteri, demikian laporan Xinhua.

Pada 24 November 2013, negara besar dunia dan Iran mencapai kesepakatan langkah-pertama mengenai program nuklir Iran, yang menuntut Iran membekukan sebagian kegiatan nuklir sensitifnya sebagai imbalan bagi diredakannya sebagian sanksi untuk memberi waktu bagi upaya diplomatik guna menyelesaikan masalah tersebut.

Sejak itu, para perunding telah dua kali meleset dari tenggat yang mereka tetapkan bagi kesepakatan akhir menyeluruh, masing-masing pada Juni dan November tahun lalu. Kemudian mereka menetapkan 31 Maret 2015, sebagai tenggat baru bagi kesepakatan kerangka kerja politik dan 30 Juni bagi kesepakatan akhir, guna melicinkan jalan bagi penyelesaian akhir masalah yang telah lama menjadi sengketa tersebut.

Pada 21 April 2015, mereka mencapai saling pemahaman kerangka kerja mengenai sengketa besar dan mengumumkan kesepakatana akhir menyeluruh akan dicapai sebelum 30 Juni tahun ini.

(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015