Surabaya (ANTARA News) - Musisi Ahmad Dhani memastikan tidak akan maju sebagai calon kepala daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember mendatang, meski namanya kerap dikait-kaitkan dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Gerindra.

"Saya akui Gerindra telah meminta maju, tapi saya tegaskan tidak akan maju. Kalau maju, pasti saya akan ngomong ke media," ujarnya ketika ditemui usai menghadiri pelantikan Dirut Bank Jatim dan Bank BPR UMKM Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Dhani yang mengaku sekarang masih dibutuhkan oleh Koalisi Merah Putih (KMP) di Jakarta sebagai penggembira, juga belum memutuskan kepada siapa ia akan meberikan dukungan.

Musisi kelahiran Surabaya itu mengatakan bahwa Ketua DPC Gerindra BF Sutadi sudah pernah menemui Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan meminta Dhani dicalonkan, namun dengan alasan sama permintaan tersebut ditolaknya.

"Saya sudah diajak maju sama Pak Sutadi, bahkan Pak Prabowo juga minta maju. Ketua Umum PKB Pak Muhaimin Iskandar juga sudah mengajak. Pokoknya KMP Plus sudah menghubungi saya, tapi saya tidak mau," kata bapak empat anak itu.

Sementara itu, kedatangannya ke Surabaya juga dikaitkan dengan kemungkinan agenda Partai Demokrat, namun Dhani menolak dugaan itu.

"Nggak ada hubungannya dengan Pilkada Surabaya. Saya kangen sama Gubernur dan kebetulan diajak Pak Kemas (Dirut Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan UMKM) Kementerian Koperasi di pelantikan ini," tukasnya.

Disinggung apakah Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, yang memintanya datang dan untuk dipinang Partai Demokrat, Dhani mengaku belum diminta.

"Nah yang itu belum. Pakde Karwo belum meminta saya. Mungkin nanti mau minta," ucapnya disambut tawa Pakde Karwo, yang kebetulan berada di sebelahnya.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2015