Sabtu, 24 Juni 2017

Menperin dorong Taiwan jadikan Indonesia basis produksi industri elektronika

| 13.207 Views
Menperin dorong Taiwan jadikan Indonesia basis produksi industri elektronika
Menteri Perindustrian RI Saleh Husin (Kanan) menerima cenderamata yang diserahkan Ketua Third Wednesday Club Dr. Pin-Kun Chiang seusai memberikan sambutan pada acara The 20th Joint Economic Cooperation Conference Between Indonesia and Taiwan, di Hotel Aryaduta Jakarta (15/6). (kemenperin.go.id)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong para investor Taiwan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi industri elektronika dengan terus meningkatkan investasi dan mengembangkan bisnis.

"Dalam hal ini, saya mengajak Taiwan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Untuk produk-produk telekomunikasi. Kami harap Taiwan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi," ujar Menperin pada The 20th Joint Economic Cooperation Conference Between Indonesia-Taiwan di Jakarta, Senin.

Menurut Menperin, berdasarkan pertemuan dengan Presiden Taiwan Ma Ying-Jeou pada Maret 2015, Taiwan menyatakan komitmen investasinya di Indonesia untuk beberapa bidang, seperti industri tekstil dan alat elektronika.

"Meskipun pada 2014 nilai investasinya turun, Presiden Ma mengatakan bahwa Indonesia merupakan tujuan investasi Taiwan dan akan terus ditingkatkan," ujar Menperin.

Untuk itu, Menperin mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia siap dalam memfasilitasi para investor Taiwan yang akan berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia, terlebih tarif bea masuk saat ini relatif lebih murah.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Surjawirawan mengatakan bahwa Indonesia juga akan menjalin kerja sama di bidang industri galangan kapal dengan Taiwan.

"Kemarin perwakilannya dari China Shipbuilding Cooperation (CSBC) sudah datang. Kami akan mulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk industri galangan kapal," ujar Putu.

Menurutnya, pembangunan dan peningkatan kapasitas SDM tersebut akan dimulai tahun ini melalui penandatanganan kerja sama antara pelaku usaha kedua negara.

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga