Pekanbaru (ANTARA News) - Putra sulung almarmum Serda Sugianto yang menjadi salah satu korban Hercules jatuh dua hari lalu di Medan, mengaku akan mengikut jejak sang ayah membaktikan diri di ketentaraan.

"Anak saya yang paling besar tetap ingin menjadi tentara seperti almarhum ayahnya. Saya akan dukung cita-citanya kalau bisa dia nanti harus menjadi komandan," kata isteri almarhum, Rahmi Maulia, kepada Antara pada pemakaman secara militer mendiang Serda Sugianto.

Prajurit Batalyon Komando 62 Paskhas ini gugur dalam usia 36 tahun dan meninggalkan seorang isteri Rahmi Maulia dan dua orang anak, yakni Irfan Raditya Ginanto yang berumur lima tahun dan Anindya Raditya yang masih berusia sembilan bulan.

Keluarga anggota Batalyon 462 Pasukan Khas TNI-AU yang gugur dalam jatuhnya pesawat Hercules A-1310 di Kota Medan itu sendiri menerima dengan ikhlas musibah tersebut.

Serda Sugianto dimakamkan secara militer di Pemakaman Bahagia, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis pagi sekitar pukul 10.30 WIB yang dipimpin langsung Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Pnb Khairil Lubis dan sejumlah perwira TNI AU, Prajurit Pasukan Khas (Paskhas) serta keluarga korban.

Setelah pemakaman secara militer selesai digelar, suasana haru jelas terlihat saat istri dan anaknya diberikan kesempatan  menyampaikan doa dan menabur bunga. 

Rahmi  tak kuasa menahan tangis menjelang kepergian terakhir Serda Sugianto.

Jabatan terakhir lulusan Sekolah Pembentukan Bintara 25 Tahun 2014 itu adalah Danro Satu/Bakpan 1/Tompan 2 Ipan A Batalyon Komando Paskhas.

Ada 10 anggota Batalyon 462 Paskhas Pekanbaru yang meninggal dalam insiden jatuhnya pesawat Hercules A-1310 di Kota Medan, itu.

Mereka adalah Sertu Irian Sili, Serda Sugiyanto, Kopda Mujiman, Kopda Saryanto, Kopda Dani Setyo Wahyudi, Kopda Eria Ageng, Pratu Sepridoni, Pratu Warsianto, Pratu Rudi Haryono, Pratu Ardianto Wibowo.

Mereka sejatinya akan bertugas mengawal objek vital di Satuan Radar 213 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Namun, hanya tiga yang dievakuasi ke Pekanbaru, sedangkan sisanya ke daerah lain sesuai dengan permintaan keluarga mereka.






Pewarta: Abdul Razak & Anggi Romadhoni
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015