Yunani seenaknya bikin `deficit budget` delapan persen, dan menutupnya pakai utang...."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan upaya untuk selalu menjaga keberlangsungan fiskal merupakan kunci utama agar Indonesia terhindar dari krisis gagal bayar utang seperti yang dialami Yunani.

"Pelajaran penting dari kasus Yunani adalah sustainability fiscal. Itu yang paling penting, karena merupakan bagian untuk menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis sore.

Menkeu menjelaskan menjaga keberlangsungan fiskal dan tata kelola dalam manajemen utang sangat penting, karena Yunani dan kebanyakan negara eropa lainnya saat ini tidak disiplin dalam mengelola utang, sehingga berpotensi terkena krisis.

"Yunani seenaknya bikin deficit budget delapan persen, dan menutupnya pakai utang. Karena gampang mendapat utang, pengumpulan pajaknya menjadi lemah. Makanya ketika surat utangnya tidak prospektif dan jadi junk bond, mereka tidak bisa menutup defisit," katanya.

Menkeu mengatakan kondisi Yunani itu mirip dengan Indonesia ketika mengalami krisis ekonomi pada periode 1998, yang waktu itu terjadi akibat adanya kesalahan dalam mengelola fiskal secara berkelanjutan dan menjaga stabilitas ekonomi.

"Kasus Yunani saat ini sama seperti Indonesia yang pada 1990-1997 tumbuh tujuh persen, namun pada 1998 minus 14 persen, karena tidak mampu menjaga stabilitas. Disinilah pentingnya sustainability fiscal," katanya.

Menkeu memastikan Indonesia telah belajar dari pengalaman buruk tersebut dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga fiskal secara berkesinambungan, termasuk hingga saat ini, menjaga rasio utang 25 persen terhadap PDB.

Yunani telah menjadi negara maju pertama yang mengalami gagal bayar (default) pada utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF), setelah gagal melakukan pembayaran sebesar 1,5 miliar euro (1,7 miliar dolar AS).

Meskipun IMF kemudian mengakui masih ada kemungkinan Yunani untuk menunda pembayaran utang, namun umumnya hal tersebut tidak efektif dalam membantu mengatasi krisis negara itu secara berkesinambungan.

Dalam pernyataannya, IMF menekankan masalah "default" bisa ditemukan solusi yang baik melalui "pendekatan seimbang" dengan menggabungkan langkah-langkah Yunani untuk mereformasi ekonomi dan negara-negara mitra di Eropa memberikan tambahan pembiayaan serta keringanan utang.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015