Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, memerintahkan seluruh pengelola bandara memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan krisis, sehingga persoalan yang terjadi di bandara dapat ditangani dengan baik.

Seperti kebakaran di JW Lounge, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu pagi (5/7), kata Jonan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Ia telah mengumpulkan direksi PT Angkasa Pura II, direksi Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangab Indonesia (LPPNPI), jajaran Otoritas Bandara Wilayah I.

"Semua pengelola bandara memiliki SOP penanganan krisis, sehingga mampu menangani persoalan yang terjadi di bandara dengan baik," katanya lagi.

Dia menginstruksikan agar penanganan penumpang diutamakan, dan dipastikan dampak kebakaran tersebut tidak berkepanjangan.

"Senin pagi semua harus kembali berjalan normal, termasuk sistem teknologi informasi di Imigrasi, layanan penumpang, dan sistem lapor diri," katanya.

Direktorat Bandara Kementerian Perhubungan juga diinstruksikan mengaudit semua penyewa ruang komersial di bandara, untuk memastikan terjaminnya aspek keamanan dan keselamatan bandara.

"Jika ada penyewa ruang komersial yang tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan, pihak bandara diminta untuk tidak segan-segan memutuskan kontrak," katanya.

Akibat kebakaran sejumlah penerbangan terlambat, di antaranya penerbangan Garuda dengan tujuan Yogyakarta, Pekanbaru, Batam, Ujung Pandang, Semarang, Palembang, Pontianak yang sebelumnya mengalami keterlambatan saat ini sudah diberangkatkan.

Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II (Persero), Agus Haryadi, mengatakan, Garuda juga akan mengoperasikan pesawat berbadan lebar untuk mengangkut penumpang yang sudah terkena keterlambatan khusus keberangkatan ke Surabaya dan Denpasar, sehingga jadwal keberangkatan bisa dilakukan hari ini.

Adapun penumpang Garuda juga diberikan fasilitas penjadwalan ulang sedangkan Lion Air dan Malindo yang sebelumnya di Terminal 2 dipindahkan ke Terminal 3.

Pewarta: Juwita Rahayu
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2015