Koh Samui, Thailand (ANTARA News) - Dua pria Myanmar yang dituduh membunuh dua wisatawan Inggris di Thailand diajukan ke pengadilan, Rabu, dalam kasus yang memicu kemarahan di Inggris dan memunculkan pertanyaan mengenai kompetensi polisi Thailand serta perlakuan terhadap pekerja migran.

Turis Inggris David Miller (24) dan Hannah Witheridge (23) dibunuh pada 2014 di Koh Tao atau Pulau Kura-kura, lokasi wisata populer di Thailand selatan.

Polisi Thailand pada Oktober 2014 mengatakan bahwa Zaw Lin dan Win Zaw Htun, dua pekerja migran asal Myanmar, mengaku melakukan pembunuhan itu. Pengakuan itu dibuat setelah berminggu-minggu muncul spekulasi dan tekanan terhadap polisi untuk memecahkan kasus pembunuhan itu.

Pasangan tersebut, yang membantah dakwaan pembunuhan, perkosaan dan perampokan, terancam hukuman mati jika terbukti bersalah.

Polisi mengatakan DNA yang ditemukan pada kedua korban sesuai dengan tersangka namun kedua tersangka kemudian menarik kembali pengakuannya itu dan mengatakan bahwa mereka membuat pengakuan itu saat disiksa.

Tim pembela mengatakan Rabu, sepertinya ada perbedaan antara bukti DNA yang dimiliki polisi Thailand dengan contoh DNA yang diuji oleh polisi Inggris.

Polisi Inggris bergabung dalam proses penyelidikan setelah Perdana Menteri David Cameron mengungkapkan keprihatinannya kepada PM Thailand Prayuth Chan-ocha.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan sidang tersebut merupakan pengujian bagi perlakuan Thailand kepada 2,5 juta pekerja migran yang sangat dibutuhkan.

Pihak lain khawatir pasangan tersangka itu digunakan sebagai kambing hitam dan tidak akan mendapatkan keadilan hukum, di negara dimana rakyat miskin dan yang tidak punya hak suara jarang mendapatkan keadilan.

Andy Hall, pegiat buruh migran di Thailand yang menjadi anggota tim pembela mengatakan, tertuduh tidak diberi akses kepada bukti penting.

Witheridge ditemukan diperkosa dan dipukuli hingga tewas di pantai pada 15 September pagi, sementara Miller menurut hasil otopsi, dipukuli di kepala dan dibiarkan tenggelam.

Saksi pertama yang dipanggil oleh jaksa adalah Letnan Polisi Jakkapan Kaewkao, petugas polisi kedua di lokasi, yang mengatakan bahwa Miller dan Witheridge ditemukan terpisah sejauh 12 meter di pantai dan menggambarkan luka-luka pada mayat korban.

Keluarga korban mengunjungi Koh Samui, pulau di dekat lokasi sidang pengadilan, dan mengatakan mereka berharap bisa mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai bagaimana pasangan itu tewas "di tempat indah dengan cara mengerikan".

Pembunuhan itu merusak citra Thailand sebagai surga bagi turis di saat sektor pariwisatanya tengah berjuang untuk pulih, setelah kemelut politik selama berbulan-bulan pada 2014 membuat wisatawan menjauh.

Banyak pekerja migran bekerja di sektor-sektor yang tidak diminati warga Thailand di industri-industri padat karya seperti pertanian, konstruksi dan perikanan. Sebagian lain bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pekerja kebersihan di restoran dan hotel.

Vonis atas kasus ini diperkirakan akan dijatuhkan pada Oktober.
(S022/G003)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2015