Hong Kong (ANTARA News) - Harga sahan di Asia berguguran menyusul ambrolnya harga saham Tiongkok yang menjalar pasar saham lain dan setelah Uni Eropa memberi tenggat waktu kesepakatan utang baru kepada Yunani.

Dua krisis global itu mendorong investor cari aman dengan mengalihkan portofolio modal ke mata uang aman, seperti yen.

Bursa saham amblas hampir tujuh persen, sedangkan indeks saham Hong Kong terpangkas 4,74 persen, kendati pemerintah Tiongkok menyatakan mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan pasar modalnya.

Sore waktu setempat, indeks harga saham Shanghai turun 5,64 persen, sedangkan Hong Kong tersungkur 4,78 persen.

Di kawasan Asia lain, indeks Tokyo terperosok 3,14 persen atau 638,95 poin menjadi 19.737,64 poin, indek Seoul tergelincir 1,18 poin atau 24,08 poin menjadi 2.016,21 poin, sedangkan All Ordinary Sydney tertekan 2,01 persen atau 111,9 poin ke level 5.469,5.

Juga terpangkas indeks saham Taipei sekitar 2,96 persen atau 274,05 poin untuk ditutup pada 8.976,11 poin.

"Tekanan pada pasar saham Tiongkok kini menjalar ke pasar keuangan lainnya sehingga menciptakan kepanikan dan krisis likuiditas," kata Zheng Ge, analis pada Wanda Futures Co.

Di pasar energi, minyak patokan AS West Texas Intermediate untuk pengapalan Agustus turun 14 sen menjadi 52,19 per barel, sedangkan Brent terpangkasa 13 sen menjadi 56,72 dolar AS per barel.

Harga emas juga tertekan dari 1.165,74 dolar AS kemarin, menjadi 1.152,8 dolar AS, demikian AFP.

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015