Solo (ANTARA News) - Tim gabungan Pemerintah Kota Surakarta saat inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional di Solo menemukan kepala dan usus ayam busuk dijual bebas.

"Tim gabungan juga menemukan tulang sapi busuk dan hati sapi cacingan," kata Kepala Bidang Perlindungan Dispertan Pemkot Surakarta Herry Mirna Margawati di Solo, Selasa.

Ia mengatakan hasil temuan tim gabungan ini langsung disita dan dimusnahkan.

Tim gabungan terdiri atas Dinas Pertanian Pemkot Surakarta, Dispertan Provinsi Jawa Tengah, polisi, Satpol PP dan Dinas Pengelolaan Pasar yang menyisir pasar tradisional mulai pukul 04.00 WIB.

Tim dibagi kedalam dua subtim. Tim I menyisir Pasar Legi, Pasar Jebres, Pasar Harjodaksino, dan kawasan Jagalan. "Di Pasar Legi, tim menyita 2,3 kilogram paru sapi antrakosis," kata dia.

Sementara Tim II menyisir ke Pasar Nusukan, Jongke, dan Pasar Sidodadi. Di Pasar Jongke, tim menemukan dan menyita 1,2 kg tulang sapi busuk dan 3 kg hati sapi cacingan.

Tim juga menemukan 1,75 kg kepala ayam busuk dan dua kg usus ayam busuk di Pasar Sidodadi. Hasil sitaan kemudian dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) Jagalan guna dimusnahkan.

Ia mengatakan daging yang dijual pedagang terbukti tidak sehat untuk konsumsi, sebaliknya bisa menyebabkan keracunan makanan. "Pedagang yang terbukti menjual itu hanya kami beri pembinaan saja," katanya.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Pemkot Surakarta, Bagus Sarwoko, mengatakan rata-rata pedagang yang kedapatan menjual daging busuk beralasan daging itu dijual untuk pakan ternak.

Pewarta: Joko Widodo
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015