Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak melemah 36 poin menjadi Rp13.436 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.400 per dolar AS.

"Mata uang dolar AS kembali bergerak menguat terhadap rupiah setelah sempat melemah di sesi pagi tadi. Penguatan dolar AS didukung oleh data klaim tunjangan pengangguran mingguan Amerika Serikat yang menurun," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan bahwa Amerika Serikat merilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan sekitar 255.000, terendah selama empat dekade. Bagusnya data tenaga kerja AS itu mendukung ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Sentral AS pada tahun ini.

Ia menambahkan bahwa penggerak pasar keuangan selanjutnya dari AS yakni data penjualan rumah baru bulan Juni. Diperkirakan terjadi penjualan sebesar 543.000 rumah. Hasil yang positif bisa mendukung penguatan lanjutan bagi dolar AS.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah yang akan mengeluarkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 130/2011 yang mengatur "tax holiday" untuk industri manufaktur di Indonesia, diharapkan dapat mendorong investasi sehingga menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa kebijakan bank sentral Amerika Serikat untuk menaikan suku bunga acuannya masih menjadi salah satu faktor negatif bagi mata uang rupiah.

"Sentimen kenaikan suku bunga AS yang kembali muncul itu menekan mayoritas mata uang beriko, termasuk rupiah ," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (24/7) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.446 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.394 per dolar AS.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015