Jakarta (ANTARA News) - Laba bersih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada semester I 2015 mencapai Rp2,43 triliun, turun 50,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp4,94 triliun.

"Penurunan laba disebabkan penambahan CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai) untuk antisipasi kenaikan NPL (kredit bermasalah)," kata Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, saat papaarn kinerja di Jakarta, Kamis.

Baiquni menuturkan, pihaknya menambah CKPN sekitar 10 persen dari sebelumnya 129 persen menjadi 139 persen. Secara bertahap, lanjutnya, perseroan akan meningkatkan CKPN hingga 150 persen.

"Peer group (bank yang sepadan) saja ada yang di atas 200 persen (CKPN), umumnya pada di atas 150 persen," ujar Baiquni.

NPL BNI pada semester I 2015 meningkat 80 basis poin dari 2,2 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 3 persen.

Adapun segmen kredit yang meningkat yakni kredit di sektor korporasi dari 1,3 persen pada semester I tahun lalu menjadi 1,5 persen. Sedangkan, segmen menengah naik cukup signifikan dari 2,7 persen menjadi 5,4 persen.

Sementara itu, kredit untuk usaha kecil juga meningkat dari 5,2 persen pada semester tahun lalu menjadi 6,8 persen. Sedangkan segmen konsumer meningkat dari 1,5 persen menjadi 2 persen.

Baiquni menargetkan, pada akhir 2015, NPL akan dapat ditekan di bawah 3 persen.

"Sampai akhir tahun kami perkirakan NPL bisa 2,7 persen," kata Baiquni. 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2015