Jakarta (ANTARA News) - Menyalurkan aspirasi atau kritikan dapat melalui berbagai media, tak terkecuali furnitur. Hal tersebut dilakukan oleh Deddi Duto Hartono pemilik industri kreatif Main Design.

Seperti namanya, Deddi mengaku bermain-main dengan desain furniture-nya yang unik, namun dibalik desain yang unik, ternyata terdapat pesan yang ingin disampaikan melalui produknya.

Sejumlah furnitur-nya yang terbuat dari rotan sintesis itu antara lain berjudul Kopi Tumpah, Cangkir Kopi, Telur Rebus dan Telur Ceplok.

"Kopi Tumpah idenya sama seperti ayunan, untuk bersantai, di tempat renang, tapi kita coba modifikasi ada biji-biji kopi," kata dia ditemui usai temu media HOMEDEC, di Jakarta, Rabu.

"Sebenarnya diambil dari film Filosofi Kopi, ditambah isunya yang menyebutkan ada produk luar yang ingin mengambil biji kopi Indonesia," sambung dia.

Sementara itu, produk yang berjudul Cangkir Kopi, Deddi mengaku terinspirasi dari berjamurnya warung kopi saat ini.

"Banyak kopi-kopi kaget, orang kampung saja sekarang bisa bikin kopi, bahkan kos-kosan bisa dijadikan tempat kopi, ini coba kami dukung," ujar dia.

Selain itu, Deddi juga ingin mengkampanyekan nilai gizi telur melalui produk Telur Rebus dan Telur Ceplok yang dibuat menjadi satu set furniture di mana sofa tempat duduk berdesain telur rebus, sementara meja bundar memiliki desain menyerupai telur mata sapi atau ceplok.

Kedepannya, Deddi juga ingin membuat furniture sofa yang memiliki desain semangka, untuk menarik minat anak yang sering kali enggan mengkonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran.

Untuk menjaga desain produknya agar terhindar dari pembajakan, Deddi mengaku membatasi pemesanan produk. Dia juga berencana menggandeng sejumlah seniman untuk memperkarya produk furniture-nya.

"Saya batasi jumlahnya, karena saya tidak ingin terlalu pasar atau indutri, saya ingin ada durasinya, paling banyak 20," kata dia.

"Ingin berkolaborasi dengan komikus dan ilustrator ditahapan selanjutnya, karena memang bukan cuma produk rotan, tapi Main Design adalah industri kreatif," tambah dia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015