New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit berubah dalam perdagangan berfluktuasi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena penjualan ritel mengalahkan ekspektasi, sekalipun beberapa toserba terkemuka melaporkan laba yang lebih rendah.

Dow Jones Industrial Average bertambah 5,74 poin (0,03 persen) menjadi ditutup pada 17.408,25, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 2,66 poin (0,13 persen) menjadi berakhir di 2.083,39, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 10,83 poin (0,21 persen) pada 5.033,56. S&P 500 dan Nasdaq berada di wilayah positif di sebagian besar hari.

Penjualan ritel AS naik 0,6 persen pada Juli dari tingkat Juni, menjadi 446,5 miliar dolar AS, mengalahkan ekspektasi dan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunganya secepatnya pada September.

Tetapi saham toko serba ada (toserba) Kohl jatuh 8,8 persen karena melaporkan laba yang lebih rendah dari perkiraan, dengan laba bersih kuartal kedua jatuh 44 persen menjadi 130 juta dolar AS.

Dillard, toserba lainnya, juga melaporkan laba yang lebih rendah, dengan laba bersih turun 13,3 persen menjadi 29,9 juta dolar AS. Yang diterjemahkan ke dalam 75 sen per saham, tiga sen di atas ekspektasi. Saham Dillard naik 2,4 persen.

Anggota Dow Cisco Systems melonjak 2,9 persen karena melaporkan laba untuk kuartal yang berakhir 25 Juli datang di 59 sen per saham, tiga sen di atas ekspektasi para analis.

News Corp naik 7,6 persen meskipun melaporkan kerugian sebesar 379 juta dolar AS untuk kuartal yang berakhir 30 Juni karena penurunan nilai pada bisnis pendidikan digitalnya Amplify. Tidak termasuk biaya, labanya diterjemahkan ke tujuh sen per saham, dua sen di atas perkiraan para analis.

Perusahaan sel surya SunEdison naik 5,2 persen setelah laporan analis dari Credit Suisse dan RBC Capital menyatakan aksi jual baru-baru ini di saham itu berlebihan, dengan RBC mengatakan perusahaan "sangat siap dengan tantangan cuaca badai utuh".

Advance Auto Parts melonjak 9,2 persen setelah melaporkan laba kuartal kedua naik 7,5 persen menjadi 150 juta dolar AS.

Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun naik menjadi 2,18 persen dari 2,15 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun naik menjadi 2,86 persen dari 2,84 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

(Uu.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015