Madrid (ANTARA News) - Rafa Benitez menelan pil pahit pada pertandingan perdananya di Liga Spanyol sebagai pelatih Real Madrid ketika mereka bermain imbang 0-0 di markas tim promosi Sporting Gijon pada pertandingan pembukaan mereka di musim ini pada Minggu.

Tim Real yang bernilai tinggi, termasuk pemenang penghargaan Pemain Terbaik Dunia Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale, pemain termahal di dunia, tidak mampu menemukan cara untuk menaklukkan pertahanan Gijon di The Molinon, lapor Reuters.

Tidak terdapat masalah serupa bagi rival terberat Real, Barcelona, yang memulai usaha mereka untuk meraih gelar Liga Spanyol keenam dalam delapan tahun dengan kemenangan, ketika sepakan voli Luis Suarez tidak lama setelah turun minum mengamankan kemenangan 1-0 di markas Athletic Bilbao.

Kemenangan juara Spanyol dan Eropa itu di San Mames, di mana eksekusi Lionel Messi pada babak pertama dapat digagalkan, merupakan pembalasan yang manis untuk Barca menyusul kekalahan agregat 1-5 yang mereka derita dari Bilbao pada Piala Super Spanyol bulan ini.

Bagaimanapun, kemenangan ini meminta korban, ketika gelandang Sergio Busquets dan bek Dani Alves mendapat cedera yang membuat mereka mengakhiri partisipasinya pada permainan.

Mereka akan menjalani tes-tes pada Senin, dan pelatih Luis Enrique mengatakan cedera kedua pemain itu tidak serius.

"Kami tahu bahwa pertandingan-pertandingan seperti ini memberi kami kekuatan dalam upaya kami untuk memenangi Liga Spanyol," ucap Suarez kepada televisi Spanyol.

"Kami juga tahu bahwa mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit, sangat tangguh," tambah penyerang asal Uruguay itu.


Real Dibuat Frustrasi

Jika mantan pelatih Valencia Benitez berharap dapat meraup kemenangan saat ia kembali ke Liga Spanyol setelah 11 tahun, ia mendapatkan kekecewaan ketika Real gagal mencetak gol sama sekali di Asturia.

Kiper Gijon Ivan Cuellar tampil gemilang, khususnya saat menjinakkan Ronaldo, sedangkan pendekatan permainan Real terlihat lesu dan kebanyakan permainan operan mereka tidak membuahkan hasil.

Gijon juga menciptakan sejumlah peluang dan ketika Arnaldo Sanabria menanduk bola ke sisi bawah mistar gawang pada babak pertama, tayangan ulang televisi memperlihatkan bahwa bola terlihat telah melewati garis gawang.

"Celah antara kami dan Madrid besar sekali," kata Cuellar kepada televisi Spanyol.

"Mereka merupakan salah satu tim terbaik di dunia, namun kerendahan hati dan solidaritas menjadi pemenang pada hari ini," tambahnya.

"Tujuan kami tetap sangat jelas dan itu adalah menghindari degradasi. Saya akan suka untuk melihat berapa banyak kilometer yang telah dijalani rekan-rekan setim saya. Betul-betul pekerjaan bagus."

Kapten Real Sergio Ramos mengatakan otokritik diperlukan.

"Apapun selain kemenangan tidak bagus," tambah pemain internasional Spanyol itu.

"Namun kami semestinya tidak mengambil apapun dari lawan. Mereka menekan begitu tinggi di lapangan pada babak pertama."


Gagalkan Penalti

Permainan Bilbao yang terorganisir dengan rapi dan menekan dengan kuat menyulitkan Barca pada fase awal pertandingan, sebelum Suarez dijatuhkan Gorka Elustondo di kotak penalti pada menit ke-30, dan Messi menjadi eksekutor.

Kiper Bilbao Gorka Iraizoz mampu menggagalkan penalti itu, menjadi kiper kedua setelah kiper Valencia Diego Alves yang mampu menggagalkan eksekusi penalti Messi dan Ronaldo.

Ini merupakan kegagalan ke-14 Messi untuk memasukkan penalti bagi Barca dari 63 percobaan kapten Argentina itu.

Barca memecah kebuntuan pada menit ke-54 ketika Suarez menemukan ruang di area pertahanan lawan dan melepaskan sepakan voli yang bersarang ke gawang dari operan Jordi Alba.

Sergi Roberto, yang tampil baik di posisi bek kanan setelah menggantikan Alves pada menit ke-19, melepaskan tembakan yang mengenai tiang gawang pada menit ke-60 sebelum pelatih Barca Luis Enrique kembali melakukan pergantian pemain, karena Busquets terlihat kesakitan pada pergelangan kakinya setelah berjibaku dengan penyerang Bilbao Aritz Aduriz.

(Uu.H-RF/A020)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015