Pekanbaru (ANTARA News) - Harga jual cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menebus Rp60.000 per kilogram (kg) dari harga normal berkisar Rp24.000 per kg.

Kepala Bidang Pedangangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman di Pekanbaru, Selasa, menuturkan padahal harga sejumlah kebutuhan pokok termasuk daging sapi mengalami penurunan.

"Tapi untuk harga cabe merah melonjak capai Rp60.000 per kg, padahal normalnya cuma Rp24.000 per kg. Kenaikan harga cabe merah itu, juga diikuti harga cabai di sejumlah daerah lain di Indonesia," bebernya.

Ia mengatakan sedangkan stok cabai merah yang dipasarkan pada sejumlah pasar tradisonal di Pekanbaru cukup tersedia dengan jumlah yang besar seperti dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat atau Medan, Sumatera Utara.

Secara umum, dia mengakui, harga berbagai kebutuhan pokok di daerah tersebut berfluktuasi karena pasokan dari sentra pertanian seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara atau Jawa berkurang akibat peralihan cuaca.

"Memang pengaruh cuaca sekarang ini, sangat berdampak. Seperti musim kemarau panjang disertai dampak El Nino yang terjadi pada sejumlah provinsi, mengkibatkan para petani banyak gagal panen," katanya.

Irba memprediksi, kondisi tersebut masih akan berlangsung sampai Idul Adha.

"Bisa jadi mahalnya cabai merah itu, akan berlangsung hingga Idul Adha. Karena kondisi saat ini masih relatif sama dan belum ada perkembangan ke arah yang lebih baik untuk kebutuhan pokok," jelasnya.

Berdasarkan pantauan sementara Disperindag Kota Pekanbaru hingga Selasa (25/8), menyebutkan harga berbagai kebutuhan pokok masih relatif stabil seperti ayam potong Rp26.000 per kg dan daging sapi Rp110.000 per kg.

Selain itu, bawang merah asal Bukit Tinggi seharga Rp24.000 per kg, bawang putih seharga Rp20.000 per kg, ikan tongkol seharga Rp35.000 per kg dan beras belida seharga Rp11.000 per kg.

Lalu minyak goreng curah seharga Rp10.000 per kg, gula pasir seharga Rp13.000 per kg, telur ayam ras seharga Rp2.000 per butir dan telur itik seharga Rp3.000 per butir.

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2015