Brussel (ANTARA News) - Austria akan mengikuti arahan Jerman dan untuk sementara memberlakukan lagi pengawasan di perbatasan dengan Hongaria dalam menghadapi gelombang pengungsi, kata menteri dalam negeri, Senin.

Situasi itu menjadi pukulan berikutnya bagi zona bebas-paspor Eropa, Schengen.

"Ya, kami akan melaksanakan apa yang telah dilakukan Jerman, yang berarti bahwa pengawasan secara temporer di perbatasan-perbatasan diizinkan untuk dilakukan dalam kerangka Schengen, dan kami akan menerapkan pengawasan perbatasan untuk sementara ini," kata Menteri Dalam Negeri Johanna Mikl-Leitner, kepada para wartawan di Brussel.

"Ini berarti pengawasan langsung di perbatasan beberapa jam setelah persiapan dilakukan" hari ini oleh pemerintah Austria, ujarnya menjelang pertemuan dengan mitra-mitranya dari Uni Eropa untuk membahas krisis migran.

"Kami sedang dalam proses memberi tahu Komisi (Eropa, red) tentang hal ini," tambahnya.

"Kami berbicara soal hari-hari mendatang soal pengawasan perbatasan ini. Kami akan tetap akan membuka perbatasan di titik-titik penyeberangan yang terutama akan dikenai (pengawasan) ini. Dalam kasus apapun, kami akan mulai sesegera mungkin secara langsung di perbatasan Austria-Hongaria."

Austria telah mengalami "gelombang migrasi besar" dengan sekitar 18.000 pengungsi saat ini berada di negara tersebut, kata Mikl-Leitner.

Kanselir Austria Werner Faymann sebelumnya pada Senin mengumumkan bahwa 2.200 personel militer akan membantu penerapan pemeriksaan di perbatasan.

Juru bicara Komisi Eropa Natasha Bertaud mengatakan Brussel "mengetahui adanya laporan" soal keputusan Austria "tapi kami belum menerima pemberitahuan secara resmi."

Jerman pada Minggu mengumumkan bahwa pihaknya akan menerapkan kembali pengawasan perbatasan untuk menangani gelombang besar migran setelah negara itu membuka pintunya pada awal bulan ini.

(Uu.T008)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015