Tarakan (ANTARA News) - Dua perkampungan padat penduduk yakni Kampung I Skip dan Pamusin Kota Tarakan, Kalimantan Utara saat ini tercemari limbah industri jenis B3 (crude oil) yang belum mampu dipulihkan.

Perwakilan PT Pertamina EP, Ahmad Hendro Rahmanto di Tarakan, Senin mengutarakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pada kedua perkampungan tersebut untuk meminimalisir pencemaran limbah B3 ini yang sudah menyebabkan terjadinya keretakan tanah di sekitarnya.

Kedua perkampungan ini, kata dia, merupakan wilayah kerja PT Pertamina EP Assitt 5 dan PT Medco E&P Indonesia Blok Tarakan akibat terdampak rembesan minyak (lantung) yang dikeluarkan.

Menurut dia, PT Pertamina EP telah menginventarisir lokasi-lokasi yang tercemar itu yakni jalur Kampus Akper, Hotel Ekmi hingga SD Don Bosco perumahan dinas dokter Skip, lapangan golf dan dekat Kantor Walikota Tarakan.

"Kita sudah lokalisir dan memetakan daerah-daerah yang terdampak rembesan minyak sehingga akan diupayakan penanganan secara maksimal melalui kerjasama dengan pemerintah Kota Tarakan," sebut dia.

Sehubungan dengan itu, Walikota Tarakan, Sofyan Raga menyatakan, masalah pencemaran lantung (limbah B3) ini perlu mendapatkan penangananan secepatnya agar tidak menyebar kemana-mana.

Ia menegaskan, masalah pencemaran limbah B3 ini sebenarnya telah berlangsung lama sehingga telah melanda beberapa wilayah akibat kurangnya penanganan yang maksimal dan terukur pada lahan-lahan tersebut.

Walikota Tarakan menyatakan, terjadinya pencemaran limbah B3 ini akan merugikan masyarakat setempat yang terdampak sehingga memang membutuhkan perhatian serius secara bersama-sama.

Pewarta: M Rusman
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2015