Kamis, 21 September 2017

Baru 0,1 persen warga Jakarta aktif laporan di Qlue

| 45.128 Views
Baru 0,1 persen warga Jakarta aktif laporan di Qlue
Aplikasi Jakarta Smart City berbasis Qlue. (qlue.co.id)
Qlue sebagai tempat aspirasi masyarakat."
Jakarta (ANTARA News) - Qlue, sebagai aplikasi wadah penampung segala kepentingan warga Jakarta baru mencapai pengguna aktif 0,1 persen dari total warga Jakarta.

Qlue merupakan aplikasi pendukung Jakarta Smart City yang diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Desember 2014.

Lewat aplikasi besutan developer lokal Terralogic tersebut, warga Jakarta bisa melaporkan peristiwa yang berhubungan dengan infrastruktur ataupun masalah sosial.

"Saat ini sudah ada sekitar 120.000 pengunduh dan 60 persen diantaranya yang aktif. Berarti baru 0,1 persen dari total warga Jakarta. Meskipun begitu, perkembangan pengguna aplikasi ini cukup cepat sejak diluncurkan," kata Chief Marketing Officer Qlue Ivan Tigana di  Jakarta, Rabu.

Qlue memudahkan warga Jakarta dalam melaporkan keadaan di sekitarnya seperti jalanan berlubang, genangan di jalan, tumpukan sampah, parkir liar, pedagang kaki lima (PKL) liar, atau got mampet.

"Qlue langsung terkoneksi dengan sistem pemerintah karena terintegrasi dengan Smart City Program. Pemerintah bisa memetakan data-data yang masuk melalui Qlue sehingga bisa melakukan penanganan langsung, secara real time dan berkoordinasi dengan pihak terkait," jelas Ivan.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat status yang bisa selalu dipantau oleh pelapor apakah masih status menunggu, sedang ditindaklanjuti atau sudah diproses.

"User bisa tahu pelaporannya sudah sampai mana. Nanti ada poin dan akumulasi rangking setiap kelurahan," ungkap Ivan.

Ia menimpali, "Kita juga bisa lihat ketanggapan dari perangkat daerah atau petugas terkait. Mereka malu kalau laporan tidak langsung ditindak. Pernah ada salah satu lurah yang digeser, indikatornya dari Qlue, karena dia tidak tanggap atas laporan warga."

Ia menyatakan, Qlue bahkan kerap mendapat laporan yang tidak terkait dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta misal keluhan listrik kepada PLN atau laporan untuk Telkom.

"Kalau itu belum bisa langsung terkoneksi ke yang bersangkutan, tetapi Qlue sebagai tempat aspirasi masyarakat. Namun, nanti arahnya mau ke sana juga," kata Ivan.

Ivan berharap semakin banyak warga DKI yang memanfaatkan aplikasi Qlue untuk menciptakan kondisi Jakarta yang lebih baik.

"Penggunaan sosial media sangat tinggi. Aplikasi ini mengajak masyarakat agar tidak hanya mengeluh di sosial media tetapi berubah menjadi ikut berpartisipasi aktif. Pemerintah tidak bisa kerja sendiri dan butuh dukungan dari masyarakat," demikian Ivan.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga