Tokyo (ANTARA News) - Bursa saham Tokyo berakhir satu persen lebih rendah pada Senin, setelah data menunjukkan ekonomi Jepang tergelincir kembali ke dalam resesi pada Juli-September, sementara serangan teror mematikan di Paris menekan saham maskapai dan perjalanan.

Ekonomi Jepang menyusut 0,2 persen pada kuartal ketiga, data resmi menunjukkan, penurunan kuartalan kedua berturut-turut -- resesi teknis.

Ini menandai resesi kedua sejak Perdana Menteri Shinzo Abe berkuasa hampir tiga tahun lalu dan memberikan pukulan baru terhadap program moneter dan stimulus fiskal agresifnya -- dijuluki abenomics -- yang bertujuan menghidupkan kembali pertumbuhan.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo tergelincir 1,04 persen atau 203,22 poin menjadi ditutup pada 19.393,69, sedangkan indeks Topix dari seluruh saham papan utama berakhir turun 0,90 persen atau 14,30 poin pada 1.571,53.

"Ekonomi riil terhenti, meskipun aspek lain dari Abenomics -- laba perusahaan dan harga saham -- membaik," kata Taro Saito, direktur riset ekonomi di NLI Research Institute.

"Sentimen dalam investasi perusahaan tidak sangat kuat di tempat pertama, tapi ketidakpastian atas ekonomi luar negeri yang dipimpin oleh Tiongkok memiliki dampak negatif lebih lanjut terhadap pengambilan keputusan investasi perusahaan," dia mengatakan kepada AFP.

Dalam perdagangan saham, Japan Airlines (JAL) ditutup turun 2,95 persen menjadi 4.558 yen, sementara saingannya All Nippon Airways jatuh 3,46 persen menjadi 361,9 yen.

Saham HIS, agen perjalanan besar di Jepang, berakhir 5,02 persen lebih rendah pada 4.060 yen.

Profesor Waseda University Hajime Tozaki, seorang mantan karyawan JAL, mengatakan perusahaan penerbangan harus menemukan cara untuk mengimbangi penurunan jumlah bisnis dan penumpang yang liburan ke Prancis, rute penting ke Eropa bagi mereka.

"Maskapai penerbangan benar-benar terbatas pada apa yang bisa mereka lakukan untuk mengurangi dampak negatif," katanya kepada AFP.

"Mereka harus memastikan profitabilitas mereka secara keseluruhan tidak akan jatuh berdasarkan operasi mereka di dalam negeri dan di wilayah lain."

Saham Toyota berakhir 1,51 persen lebih rendah pada 7.411 yen, sementara Sony turun 2,00 persen menjadi 3.319 yen.

Kelas berat pasar Fast Retailing, operator jaringan toko pakaian Uniqlo, kehilangan 2,21 persen menjadi 46.440 yen.

Dalam perdagangan mata uang, dolar turun tipis menjadi 122,60 yen dari 122,62 yen di New York pada Jumat.

Euro turun menjadi 1,0755 dolar dan 131,83 yen dari 1,0764 dolar dan 131,99 yen, demikian dilaporkan AFP.

(A026/A011)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2015