Kiev, Ukraina (ANTARA News) - Ukraina, Rabu, melarang semua penerbangan Rusia melintasi wilayah udaranya setelah 19 bulan belakangan hubungan kedua negara bertetangga itu memanas akibat pemberontakan di wilayah timur bekas negara Soviet tersebut.

Pengumuman pemerintah Kiev Pro-Barat itu disampaikan beberapa saat setelah Rusia mengumumkan rencananya menghentikan pengiriman gas atas ketergantungan Ukraina sejak Kamis.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk dalam sidang kabinet, yang disiarkan televisi, menyatakan bahwa larangan terbaru itu dibenarkan sebab "Rusia mungkin menggunakan wilayah udara Ukraina untuk provokasi".

"Ini soal keamanan negara kami, sebagai tanggapan atas Federasi Rusia, dan itu tindakan agresif," katanya.

Ukraina dan sekutu Barat menuduh Moskow mendalangi dan mendukung pemberontak Pro-Rusia untuk membalas penggulingan Kremlin Kiev yang didukung presiden tahun lalu dan keputusan pemerintahan baru untuk menyesuaikan diri dengan Barat.

Pada 25 Oktober, Kiev melarang sebagian besar penerbangan dari Rusia menuju Ukraina -- keputusan yang menyebabkan tindakan timbal-balik oleh Moskow.

Namun, pemerintahan di bawah Presiden Petro Poroshenko mengizinkan penerbangan Rusia melintasi wilayah udara Ukraina untuk tujuan negara lain.

Yatsenyuk mengatakan keputusan tersebut tejadi "dalam bagian eskalasi militer dan situasi geopolitik".

Peningkatan pertempuran baru-baru ini di pusat industri Ukraina bertepatan dengan peningkatan serangan udara Rusia di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar Al Assad.

Beberapa pengamat dan politikus di Kiev menuduh Kremlin memanfaatkan perhatian dunia terhadap tindakah Presiden Rusia Vladimir Putin di sekutu utamanya di Timur Tengah untuk melindungi fase baru perang Ukraina.

Rusia menyangkal seluruh keterlibatannya dalam konflik yang merenggut nyawa kurang lebih 8.000 jiwa --mayoritas dari mereka warga-- dan membawa hubungan Moskow dengan Barat hingga tingkat rendah pascaperang dingin.

Moskow melarang impor sebagian besar produk makanan dari Barat untuk menentang sanksi keuangan dan sanksi lainnya yang diberlakukan Brussel dan Washington atas aneksasi Rusia terhadap semenanjung Laut Hitam di Ukraina Crimea tahun lalu.

Hal ini juga membatasi penjualan barang-barang kebutuhan pokok Ukraina di Rusia.

Moskow sekarang mengancam untuk menghentikan semua impor pangan ke Ukraina sehingga Kiev bergabung dengan aliansi perdagangan bebas dengan Uni Eropa yang direncanakan pada tanggal 1 Januari., demikian AFP melaporkan.

(UU.M038)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015