Jakarta (ANTARA News) - Produsen eternit asal Belgia PT Eternit Gresik menjadikan Indonesia sebagai basis produksi eternit untuk wilayah ASEAN, dengan mendirikan pabrik di Karawang, Jawa Barat.

"Kami akan ekspor ke Filipina, Vietnam, Singapura, Myanmar, Malaysia dan beberapa negara ASEAN. Kami juga ekspor ke Australia dan Korea," kata Direktur Utama PT Eternit Gresik Wim Messiaen di Jakarta, Kamis.

Menurut Wim, kapasitas papan semen berserat rata yang diproduksi di pabrik tersebut mencapai 22 juta meter persegi per tahun, di mana 40 persennya akan diekspor.

Produk yang dihasilkan menggunakan teknologi Eropa tersebut mengandung Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 90 persen, di mana pabrik tersebut menggunakan semen dari Semen Indonesia.

Selain itu, lanjut Wim, zenk dan wood fiber juga menggunakan material dari Indonesia.

Sementara, material yang membutuhkan teknologi tinggi masih harus diimpor dari Jepang, Kanada, Tiongkok dan Australia.

PT Eternit Gresik, yang mayoritas pemilik sahamnya dari Etex Group Belgia, mulai resmi beroperasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (26/11).

Pabrik di Karawang yang investasinya mencapai Rp850 miliar, akan memproduksi papan semen berserat rata bermerk Kalsi, yang diaplikasikan untuk plafon, partisi, dinding luar, listplank dan lantai.

Dengan demikian, produksi papan semen berserat rata Kalsi menjadi 49 juta meter persegi, jika digabungkan dengan produksi pabrik di Gresik sebangak 27 juta meter persegi.

Sementara produk lainnya, yakni papan semen berserat gelombang yang hanya diproduksi di pabrik Gresik tetap berkapasitas 30 juta meter persegi.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2015