Rabu, 20 September 2017

Wall Street berakhir turun jelang laporan ketenagakerjaan

| 3.043 Views
Wall Street berakhir turun jelang laporan ketenagakerjaan
Pialang saham mulai melakukan aksi jual beli setelah pembukaan Bursa Saham New York, Kamis (9/7/15). (REUTERS/Lucas Jackson)
New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), hari terakhir perdagangan untuk November, karena para investor menunggu laporan utama ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Dow Jones Industrial Average turun 78,57 poin atau 0,44 persen menjadi ditutup pada 17.719,92. Indeks S&P 500 kehilangan 9,70 poin atau 0,46 persen menjadi berakhir di 2.080,41. Indeks komposit Nasdaq merosot 18,86 poin atau 0,37 persen menjadi 5.108,67, lapor Xinhua.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang keluar pada Senin, investor sedang menunggu data ketenagakerjaan November pada Jumat. Ini adalah laporan ketenagakerjaan terakhir untuk tahun ini dan memiliki pengaruh atas keputusan Federal Reserve atas suku bunganya pada pertemuan Desember.

Pada Kamis, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memperluas program pelonggaran moneternya dan lebih lanjut memangkas suku bunga deposito negatifnya.

"Ini adalah minggu yang sangat besar. ECB telah menurunkan petunjuk menyatakan pihaknya akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakannya Kamis, sementara laporan ketenagakerjaan November pada Jumat bisa mempengaruhi keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam dua minggu mendatang," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Pasar skuitas Eropa ditutup bervariasi pada Senin karena investor mempertimbangkan pertemuan kebijakan ECB. Indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 0,78 persen, sedangkan indeks acuan FTSE 100 di Inggris turun 0,30 persen.

Juga pada Senin, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan bahwa mata uang renminbi (RMB) Tiongkok memenuhi syarat untuk bergabung dengan keranjang Special Drawing Rights (SDR) sebagai mata uang cadangan internasional.

Ini membawa RMB, atau yuan, menjadi kelompok mata uang eksklusif yang menyusun keranjang cadangan IMF, yang saat ini terdiri dari dolar AS, euro, pound Inggris dan yen Jepang.

Para analis mengatakan langkah tersebut akan mengangkat RMB dan pengaruh Tiongkok terhadap perekonomian global.

Saham-saham Tiongkok membalikkan penurunan tajam awal perdagangan menjadi berakhir agak lebih tinggi pada Senin, dengan indeks komposit Shanghai naik 0,26 persen menjadi ditutup pada 3.445,41 poin.
(T.A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga