Jakarta (ANTARA News) - "Iuran Publik" sebagai skema pendanaan yang melibatkan perorangan maupun institusi bertujuan mendukung Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) dalam menumbuhkan dan memajukan pendidikan di sejumlah sekolah dasar di Indonesia.

"Iuran ini dikumpulkan untuk mendukung kegiatan para Pengajar Muda (PM) dalam menjalankan pengabdiannya sebagai guru di sebuah SD," kata Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar Evi Trisna usai konferensi pers Drama Musikal Rentak Harmoni di Jakarta, Kamis.

Evi mengatakan GIM sebagai gerakan yang berkelanjutan untuk pendidikan di berbagai daerah melalui Pengajar Muda (PM) melibatkan kontribusi banyak pihak, baik dari tenaga pendidik yang diseleksi dari sarjana-sarjana terbaik maupun pendanaannya yang berasal dari publik.

Ada pun skema pendanaan Iuran Publik dibagi dua, yaitu perorangan dan institusi yang berkomitmen dalam jangka waktu tertentu, yakni 3-12 bulan dalam jumlah besaran iuran yang tetap.

Jumlah iuran pun bervariasi, mulai dari Rp50.000 sampai Rp1 juta perbulan.

"Pendanaan ini salah satunya untuk operasional mulai dari persiapan, training selama dua bulan dan mendukung penempatan para Pengajar Muda di daerah selama setahun," kata Evi.

GIM yang sudah berjalan selama lima tahun merupakan gerakan yang mengajak semua pihak untuk berkontribusi di dunia pendidikan Indonesia.

GIM menyeleksi, melatih, dan mengirimkan sarjana-sarjana terbaik dari berbagai universitas untuk memajukan pendidikan di berbagai daerah perbatasan Indonesia melalui PM selama setahun masa pengabdian.

Saat ini, 539 orang PM tercatat bertugas dan 16.303 relawan berpartisipasi dalam GIM.

Wilayah penempatan PM tersebar di 20 kabupaten di Indonesia mulai dari Provinsi Aceh sampai di Provinsi Papua Barat.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016