Tokyo (ANTARA News) - Bursa saham Tokyo ditutup turun 3,7 persen pada Rabu, setelah harga minyak mentah AS mencapai posisi terendah baru 12-tahun dan di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang keadaan ekonomi global.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo turun 3,71 persen, atau 632,18 poin, menjadi 16.416,19, penutupan terendah dalam hampir 15 bulan.

Indeks Topix dari seluruh saham papan utama anjlok 3,70 persen, atau 51,44 poin, menjadi berakhir di 1.338,97.

Saham unggulan Nikkei memperpanjang penurunan melampaui 20 persen dari tertingginya pada Juni tahun lalu, memasukkannya ke dalam wilayah bearish.

Bursa Tokyo menghadapi tekanan jual yang kuat setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak bisa "tenggelam dalam kelebihan pasokan".

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah 28 dolar AS per barel -- beberapa hari setelah Brent melakukan hal yang sama -- setelah IEA memperingatkan bahwa pasokan melebihi permintaan.

"Semuanya jatuh," Tsutomu Yamada, seorang analis pasar di kabu.com, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Sulit bagi pasar untuk berbalik naik kecuali minyak atau sesuatu yang lain benar-benar mencapai posisi terbawahnya," tambah Yamada.

"Entah itu minyak, dolar-yen, saham AS, saham Hong Kong atau Shanghai -- sesuatu yang telah rebound".

Menambah kesuraman itu keputusan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memangkas proyeksi pertumbuhan global 2016 menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen, dan mengeluarkan peringatan tentang prospek.

Yen menguat terhadap dolar karena penghindaran risiko, sehingga meningkatkan tekanan jual.

Penguatan yen memperlemah profitabilitas eksportir Jepang dan cenderung mengurangi permintaan terhadap saham mereka.

Greenback jatuh ke 116,67 yen dari 117,59 yen pada Selasa di New York.

Pada perdagangan saham, perusahaan eksplorasi energi Inpex tenggelam 6,20 persen menjadi 935,2 yen dan JX Holdings turun 5,23 persen pada 411,3 yen.

Sony jatuh 7,96 persen menjadi 2.454 yen, sementara raksasa telekomunikasi SoftBank tergelincir 7,01 persen menjadi 4.692 yen dan Toyota jatuh 3,38 persen menjadi 6.574 yen.

Operator Uniqlo, Fast Retailing, kelas berat pasar, turun 4,21 persen menjadi 35.650 yen, sementara pembuat robot pabrik Fanuc yang terkait Tiongkok kehilangan 3,00 persen menjadi 18.090 yen, demikian AFP melaporkan.

(SYS/A026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016