Paris (ANTARA News) - Federasi Sepak Bola Prancis mengumumkan pada Jumat bahwa pihaknya memberikan dukungan formal kepada kandidat asal Swiss Gianni Infantino pada pencalonannya sebagai presiden FIFA, yang sekaligus merupakan hantaman terhadap calon lain yang berasal dari Prancis Jerome Champagne.

"Noel Le Graet, atas nama Federasi Sepak Bola Prancis dan komite eksekutifnya, mendeklarasikan dukungannya untuk Gianni Infantino," demikian pernyataan FFF.

Pernyataan itu mengutip perkataan Le Graet yang berkata bahwa komite eksekutif telah memilih dengan perbandingan suara 11-1 untuk langkah ini.

"Gianni memiliki semua kualitas yang diperlukan untuk sukses," kata kepala federasi mengenai Infantino, yang saat ini merupakan sekretaris jenderal badan sepak bola Eropa UEFA.

Ia menambahi bahwa pria Swiss itu telah memperlihatkan pekerjaannya bersama presiden UEFA yang berasal dari Prancis Michel Platini, yang saat ini dikenai skors delapan tahun dari sepak bola, bahwa ia memiliki bakat dan pengalaman yang diperlukan, serta kekuatan untuk meyakinkan.

Le Graet mengatakan manifesto Infantino merupakan langkah di arah yang benar untuk olahraga dan federasi-federasi untuk merestorasi citra UEFA yang ternoda, serta membangun olahraga dan nilai-nilainya di seluruh dunia.

Pengumuman FFA keluar setelah terjadi perselisihan panas antara Champagne, satu dari lima kandidat yang akan menggantikan Sepp Blatter sebagai pemimpin FIFA, dan ketua FFF pada Kamis.

Champagne mengatakan kepada Reuters bahwa ia bertemu Le Graet untuk mencari dukungannya, ketika 209 presiden nasional memberikan suara-suaranya di Zurich pada bulan depan.

Mendapat informasi bahwa FFF akan mendukung Infantino, Champagne mengatakan ia telah menyampaikan kepada Le Graet bahwa ia akan mengajukan protes terhadap keputusannya di level politis tertinggi.

Mantan wakil sekretaris jenderal FIFA Champagne mengatakan Thierry Braillard, Sekretaris negara untuk Olahraga, dan Frederic Thiriez, presiden persatuan para pemain Prancis (LFP), telah memberikan dukungannya.

Pangeran Ali bin Al Hussein dari Yordania, Tokyo Sexwale dari Afrika Selatan, dan Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa dari Bahrain merupakan kandidat-kandidat lain yang mengikuti pemilihan pada 26 Februari.

Pemungutan suara FIFA menyusul berakhirnya mandat Blatter, di mana pria Swiss itu terperosok dalam skandal yang menghantam badan sepak bola ini sejak Mei silam, dan melibatkan penangkapan terhadap 41 sosok papan atas dengan dugaan penyuapan dan korupsi.

Blatter dan Platini, yang sebelumnya difavoritkan untuk menggantikan pria Swiss itu, diskors akibat pembayaran senilai dua juta franc Swiss yang diberikan kepada pria Prancis itu oleh FIFA dengan persetujuan Blatter pada 2011 untuk pekerjaan yang dilakukan satu dekade sebelumnya.

Infantino kini menjadi sosok favorit untuk memenangi pemungutan suara, di mana ia telah mengamankan dukungan dari negara-negara Eropa serta negara-negara di Amerika Selatan dan Tengah.

Ia akan berada du Qatar pada akhir pekan ini bersama tiga kandidat lainnya, demikian Reuters.

(H-RF)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016