Kamis, 25 Mei 2017

KJRI Kota Kinabalu proses pemulangan TKI ilegal

| 8.354 Views
KJRI Kota Kinabalu proses pemulangan TKI ilegal
Mensos Pulangkan TKI Bermasalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersalaman dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah sebelum dipulangkan menuju daerah asalnya masing-masing di Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (15/1). (ANTARA FOTO/M N Kanwa/aww/16. ()
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia menyebutkan pihaknya telah membantu proses pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal sebanyak 41 orang terdiri dari 22 lelaki dan 17 wanita serta dua anak-anak.

Pada Rabu (3/2), Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu mengirim anggota timnya ke Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sibuga, Sandakan guna melakukan verifikasi data sebagai dasar penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor).

Para TKI ilegal tersebut dipulangkan hari ini dari PTS Sibuga menuju Tawau dan selanjutnya langsung ke Indonesia melalui pelabuhan Nunukan, Kalimantan Timur, demikian keterangan dari KJRI Kota Kinabalu yang diterima Antara, Kamis.

Hadi Syarifuddin Ketua Tim Satgas menyatakan bahwa dalam pengamatannya, para TKI ilegal yang akan dipulangkan itu umumnya dalam keadaan sehat.

Menurut pengakuan mereka, fasilitas penjara keimigrasian cukup baik dan bersih, diberikan makanan yang jenis dan jumlahnya normal demikian pula mereka diperlakukan dengan baik.

Namun semua mengaku tertekan dan sedih karena banyak diantara mereka yang sanak saudaranya masih berada di Sabah, atau bahkan belum pernah mengenal kampung halamannya (lahir dan dibesarkan di Sabah).

Beberapa mengaku terus terang kepada Tim Satgas bahwa akan langsung mencari jalan kembali ke Sabah dengan berbagai cara setibanya di Nunukan.

Senada disampaikan Konjen Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan bahwa seringkali TKI yang akan dipulangkan itu terpaksa ditangguhkan pemulangannya karena tidak tahu kampung asalnya.

"Mereka mengaku lahir dan besar di Sabah dan sudah berulangkali ditangkap aparat imigrasi karena pelanggaran keimigrasian," jelasnya.

Dalam hal ini, KJRI sudah lebih ekstra hati-hati sebab rawan sekali terjadi kekeliruan, jangan sampai terjadi KJRI memberikan dokumen kepada yang bukan Warga Negara Indonesia.

KJRI Kota Kinabalu memulangkan TKI illegal rata-rata setiap minggu 40-60an orang. Sepanjang tahun 2015, telah berhasil dipulangkan total 2.753 orang. Saat ini diperkirakan jumlah WNI/TKI di Sabah total 470 ribu orang, dimana sebagian besar bekerja di kebun-kebun kelapa sawit di seluruh Sabah.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga