Washington (ANTARA News) - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu memperingatkan bahwa perekonomian dunia "sangat rentan" dan menyerukan mekanisme baru untuk melindungi negara-negara yang paling rentan.

Dalam laporan tentang tantangan ekonomi menjelang pertemuan para kepala keuangan negara-negara kuat Kelompok 20 atau G20 di Shanghai, pemberi pinjaman krisis global itu mengatakan pertumbuhan dunia telah melambat dan bisa tergelincir oleh gejolak pasar, kejatuhan harga minyak dan konflik geopolitik.

"Pemulihan global telah melemah di tengah meningkatnya keuangan turbulensi dan penurunan harga-harga aset," kata IMF.

"Respon kebijakan yang kuat, baik di tingkat nasional maupun multilateral, diperlukan untuk mengatasi risiko-risiko dan mendorong perekonomian global ke jalur yang lebih sejahtera."

Laporan itu, yang akan disampaikan pada pada pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ekonomi-ekonomi terkemuka G20 di Shanghai pada Jumat dan Sabtu, mengatakan Dana mengharapkan menurunkan proyeksinya untuk pertumbuhan dunia 2016, hampir enam minggu setelah membuat estimasi terbarunya 3,4 persen.

"Kegiatan global telah melambat secara tak terduga pada akhir 2015, dan telah melemah pada awal 2016 di tengah penurunan harga-harga aset," kata laporan itu.

Bagaimana negara-negara harus bereaksi terhadap ancaman pada pertumbuhan akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan di Shanghai. IMF mendesak negara-negara untuk meningkatkan stimulus fiskal dan mendorong melalui reformasi-reformasi untuk meningkatkan permintaan.

Dikatakannya, bank-bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, harus mempertahankan kebijakan moneter akomodatif untuk memastikan kondisi-kondisi keuangan lebih ketat tidak menghambat momentum pertumbuhan.

IMF menekankan, "untuk menghindari ketergantungan lebih besar pada kebijakan moneter, kebijakan fiskal jangka pendek akan mendukung pemulihan bila memungkinkan dan asalkan ada ruang fiskal, fokus pada investasi."

Selain guncangan ekonomi dunia dari pelambatan Tiongkok dan kejatuhan harga-harga komoditas, IMF mengatakan isu geopolitik seperti krisis pengungsi Suriah dan meningkatnya infeksi di Amerika Latin dari virus Zika menimbulkan ancaman ekonomi.

Untuk negara-negara yang memikul beban terbesar dari krisis mereka, dan negara-negara yang dinyatakan fit tetapi dibiarkan rentan dengan penurunan komoditas-komoditas, IMF mengatakan jaring pengaman keuangan dunia -- yang meliputi program-program milik Dana sendiri -- bisa ditingkatkan.

Tanpa spesifik, IMF menyerukan mekanisme pembiayaan baru untuk membantu negara-negara dalam gejolak keuangan.

"Banyak negara di pusat guncangan tersebut memikul beban untuk orang lain, dengan kapasitas dan ruang fiskal sering terbatas," kata laporan itu.

"Menyadari publik global ramah dari tindakan-tindakah mereka, mereka bisa didukung oleh inisiatif terkoordinasi seluruh dunia untuk memberikan dukungan keuangan."

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2016