Senin, 25 September 2017

MPR kembali sosialisasikan Empat Pilar lewat wayang kulit

| 5.913 Views
MPR kembali sosialisasikan Empat Pilar lewat wayang kulit
Sekretaris Jenderal MPR,  Ma’ruf Cahyono, (kedua dari kiri) saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Banyumas, Jumat (26/2). (MPR RI)
Banyumas, Jawa Tengah (ANTARA News) - MPR RI kembali mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan melalui gelaran wayang kulit.

Kali ini giliran masyarakat Banyumas yang berkesempatan menyaksikannya, bertepatan dengan perayaan HUT ke-445 Tahun Kabupaten Banyumas.

Keterangan tertulis MPR menyebut, dalam pagelaran semalam suntuk itu, dalang Ki Yakut Jedher dan Ki Bagas Kriswanto mengambil lakok " Mbangun Taman Maerokoco".

Hadir dalam pagelaran itu, Bupati Achmad Husein, Kapolres, Dandim, hingga para Camat, Kepala Desa turut hadir pada acara tersebut. Selain itu, ada pula sejumlah anggota MPR RI juga terlihat hadir, yakni Novita Wijayanti (Fraksi Gerindra), Mohamad Toha (Fraksi PKB), M. Martri Agoeng (Fraksi PKS) dan Achmad Mustaqim (Fraksi PPP).

Sekretaris Jenderal MPR,  Maruf Cahyono, yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, pagelaran wayang kulit merupakan salah satu metode sosialisasi Empat Pilar.

Sementara di daerah lain, sosialisasi dilakukan sesuai budaya daerah setempat. Menurut dia, pagelaran wayang ini bukan hanya sekadar tontonan namun masyarakat perlu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Achmad Husein menilai sosialisasi Empat Pilar melalui wayang sangat strategis di Banyumas, mengingat masyarakat sangat menyenangi kesenian ini. "Mudah-mudahan pagelaran wayang ini membuat Masyarakat Banyumas semakin memahami makna Empat Pilar," tutur dia.

Sementara itu, mewakili Pimpinan MPR, Achmad Mustaqim dalam sambutannya berharap melalui sosialisasi Empat Pilar masyarakat bisa mengamalkan nilai-nilai luhur.

Dia menegaskan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga kalau jika bukan masyarakat yang mengingat Empat Pilar maka siapa lagi. "Sosialisasi ini penting tak hanya tingkat nasional namun juga harus sampai pedesaan," ucap dia.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga