Jakarta (ANTARA News) - Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional 2016, Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama HSBC meluncurkan program Pos Pintar (Posyandu Pintar untuk Anak Sehat dan Cerdas).

Program tersebut merupakan inisiasi penguatan pelayanan Posyandu dengan mengkapasitasi kader untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang dan konseling gizi yang lebih berkualitas melalui penggunaan aplikasi mPosyandu, aplikasi posyandu digital pertama di Indonesia.

"mPosyandu pengganti si buku besar. Aplikasi ini membantu akurasi data karena semua data terpusat ke server. Selain itu, aplikasi ini juga membantu kader dan Ibu untuk melakukan konseling," kata Yosellina, Project Manager Pos Pintar, di Jakarta, Selasa.

Aplikasi mPosyandu yang dapat diunduh melalui ponsel pintar berbasis Android itu membantu meningkatkan kualitas pelayanan posyandu melalui dua cara.

Pertama, membantu kader untuk memantu pertumbuhan anak dengan data yang lebih akurat dan cepat. Kedua, membantu kader dalam memberikan konseling pemberian makanan pada bayi dan anak.

"mPosyandu diharapkan dapat meningkatkan kualitas data posyandu, meningkatkan pemanfaatan data posyandu untuk pengambilan keputusan, dan meningkatkan konseling pemberian makan pada bayi dan anak," ujar Yosellina.

Uji coba penggunaan aplikasi mPosyandu telah dilakukan pada 2013-2015 oleh WVI di wilayah Sikka (NTT) dan Cilincing (DKI Jakarta). Dari uji coba tersebut, diketahui bahwa 56,7 persen kader dengan ponsel memberikan umpan balik. "Kartu biasa tidak ada feedback, setelah ada aplikasi lebih banyak feedback," kata Yosellina.

Aplikasi mPosyandu menampilkan menu Pendaftaran Ibu, Pendaftaran Anak, Revisi Pendaftaran Ibu dan Tutup Register Ibu. Setelah mendaftar Ibu, kader akan membantu Ibu untuk mendaftarkan anak. Setelah mengisi formulir akan diketahui kondisi anak, seperti berat dan tinggi badan. Jika diketahui gizi anak tidak ideal, kader bersama ibu dapat menentukan jadwal konseling.

"Mudah-mudahan dengan konsep ini terbangunlah sebuah komunikasi. Sehingga Pos Pintar ini dapat menyelamatkan anak dengan gizi buruk, dan dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia," kata Doddy Izwardi, Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan.

Dalam implementasinya, Program Pos Pintar menyasar 148 posyandu yang tersebar di 8 kelurahan dalam 3 kecamatan pada 3 kotamadya, Jakarta, Surabaya dan Pontianak dengan sasaran lebih dari 10.000 balita.

Untuk wilayah Jakarta, Program Pos Pintar diimplementasikan di Kelurahan Cilincing dan Semper Barat, Kecamatan Cilincing. Di Surabaya, dimulai di Kelurahan Simolawang dan Siwodadi, Kecamatan Simokerto. Sedangkan, di Pontianak, dimulai dari Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Sungai Jawi Luar, Sungai Beliung dan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat.


Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2016