Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan sudah meminta PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL untuk memperbaiki kualitas produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang mereka produksi untuk pertahanan Indonesia.

"Kekurangan-kekurangan itu saya minta (pada perusahaan alutsista), saya tekankan jangan terjadi lagi," kata Ryamizard di Jakarta, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa alutsista buatan dalam negeri masih memiliki kekurangan.

"Ada pesawat baru terbang 100 jam sudah bermasalah. Bikin kapal nggak jadi-jadi. Ada bagian (alutsista) yang retak," ungkap dia.

Tidak hanya produk alutsista Badan Usaha Milik Negara (PT DI, PT Pindad, PT PAL), produk alutsista yang dihasilkan oleh perusahaan swasta dalam negeri juga tak luput dari kekurangan.

"Kenapa ini saya buka, karena saya berdosa kalau ini ditutup-tutupi," ujar purnawirawan jenderal TNI tersebut.

Namun, Ryamizard mengatakan akan tetap memakai produk alutsista dalam negeri di samping juga membeli produk luar negeri.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut menekankan bahwa pemutakhiran alutsista militer Indonesia perlu dilakukan.

"Karena sudah ada yang 30 sampai 40 tahun tidak diganti," jelas dia.

Kedepan, Ryamizard mengharuskan pemeliharaan alutsista yang diutamakan.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016