Kamis, 24 Agustus 2017

Prasetiya Mulya paling siap hadapi MEA

| 8.700 Views
Prasetiya Mulya paling siap hadapi MEA
Ilustrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam tatanan global. (ttrweekly.com)
Jakarta (ANTARA News) - Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasetiya Mulya Prof Agus W Soehadi PhD menyatakan optimistis sekolah tinggi yang dipimpinnya telah siap menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Dibanding sekolah bisnis sejenis di Tanah Air, Prasetiya Mulya bahkan paling siap berkiprah di era MEA, karena lulusannya telah dibekali ilmu dan wawasan serta praktek berwiraswasta, menjadi pemimpin, atau peneliti bisnis yang kompetitif dan profesional," katanya di Jakarta, Senin.

Menurut Agus, MEA yang sudah berlaku efektif sejak awal 2016 menuntut adanya kesiapan sumberdaya manusia yang kompetitif dan berdaya saing, dan Prasetiya Mulya sudah sejak lama mempersiapkan sumberdaya manusia seperti itu.

Prasetiya Mulya, lanjutnya, bertujuan mendidik mahasiswanya agar dapat memberikan pengaruh bagi industri dan masyarakat dengan belajar bagaimana mengelola bisnis dengan baik dan berhasil menciptakan produk-produk dengan kualitas yang lebih tinggi.

"Para mahasiswa kami juga belajar dari pengenalan terhadap pasar lokal dan regional, sehingga ketika lulus, mereka sudah berdaya saing dan profesional," kata Dekan dari salah satu sekolah bisnis terkemuka di Indonesia itu.

Dalam hubungan ini Customer Relations Director, Iwan Kahfi MBA mengemukakan, jumlah alumni Prasetiya Mulya telah mencapai lebih dari 5.000 orang. Sebanyak 40 persennya menjadi direktur di berbagai perusahaan terkemuka, 10 sampai 15 persen bekerja di perusahaan multi nasional, dan sisanya menjadi pengusaha.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Prasetiya Mulya Prof Dr Djisman Simandjuntak mengemukakan, alumni Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya telah siap bersaing dengan alumni sekolah bisnis lainnya di dalam negeri, bahkan juga di negara-negara ASEAN lainnya.

"Tapi sebenarnya di dalam negeri sendiri kesempatan masih terbuka luas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan MEA, apalagi orang Indonesia lebih senang bekerja di dalam negeri sendiri," kata Profesor di bidang ekonomi bisnis tersebut.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pendirian Universitas Prasetiya Mulya Prof Djoko Wintoro PhD menambahkan, saat ini terdapat tiga program yang dikelola Sekolah Bisnis dan Ekonomi Prasetiya Mulya, yakni Program Magister Manajemen, Program Sarjana Manajemen, dan Program Sarjana Akuntansi.

Terkait akan diresmikannya Universitas Prasetiya Mulya pada 17 Maret 2016, perguruan tinggi itu akan membuka Program Studi Software Engineering, Computer Engineering, Cultural Tourism, Food Technology, Energy Engineering, Business Economics, Product Design Engineering, dan International Business Law.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga