Semarang (ANTARA News) - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarga, Selasa, mendatangi rumah duka Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo di Semarang.

Didampingi sang istri, Ani Yudhoyono dan putra keduanya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), SBY memasuki rumah duka yang beralamat di Jalan Karangingas Raya Nomor 8, Tlogosari Kulon, Semarang.

Kedatangan SBY beserta keluarga ke rumah duka sekitar pukul 11.25 WIB langsung disambut perwakilan keluarga, tak berselang lama dengan kedatangan jenazah Sulisyto sekitar pukul 11.30 WIB.

Deretan karangan bunga duka cita atas meninggalnya Sulistyo yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah juga sudah memenuhi sekitar rumah duka yang dijubeli para pelayat.

Di antaranya, karangan bunga dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga, SBY dan keluarga, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan para pejabat lainnya.

Tak berselang lama setelah kedatangan jenazah Sulistyo, shalat jenazah langsung dilakukan dipimpin oleh Gus Lukman, sekitar pukul 11.35 WIB diikuti para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.

Di rumah duka, tampak sejumlah pejabat, seperti Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, dan Sekda Jateng Sri Puryono.

Jenazah Sulistyo yang rencana semula akan dimakamkan di Semarang, karena atas permintaan orang tuanya akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Banjarnegara, dan diberangkatkan dari Semarang pukul 12.00 WIB.

Sebagaimana diwartakan, Ketua Umum PB PGRI Sulistyo meninggal dalam peristiwa kebakaran di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RSAL) Mintoharjo, Jakarta, Senin, sekitar pukul 13.10 WIB.

Sulistyo yang juga mantan Rektor IKIP PGRI Semarang (sekarang Upgris) berada di RSAL Mintoharjo, Jakarta, untuk terapi oksigen murni (hiperbarik) yang ternyata baru kali pertama dijalaninya.

Salah satu pendiri Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu lahir di Banjarnegara, 12 Februari 1962 dan wafat pada usia 54 tahun, meninggalkan seorang istri, yakni Halimah, dan dua orang anak.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2016