Otomatis jika kuota haji Indonesia bertambah, akan berpengaruh pada kuota haji Sulsel. Sekarang ini, daftar tunggu haji Sulsel mencapai 30 tahun
Makassar (ANTARA News) - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Kemenag terus mengupayakan penambahan 10 ribu kuota haji untuk jamaah Indonesia.

"Pada prinsipnya seluruh negara kuotanya sama dengan tahun lalu, namun khusus untuk Indonesia kita tetap memperjuangan penambahan kuota 10 ribu jamaah haji. Ini yang sedang kita ikhtiarkan, kita tunggu saja," kata Lukman Hakim seusai membuka Rapat Koordinasi Kementerian Agama se-Sulsel di Makassar, Senin.

Menurut Lukman, hingga saat ini Arab Saudi masih memberlakukan pemotongan kuota haji 20 persen dari kondisi normal untuk setiap negara karena Masjidil Haram masih dalam renovasi, hal inilah yang mempengaruhi jumlah kuota haji Indonesia.

Di Sulsel, data dari Kementerian Agama Sulsel menunjukkan bahwa jumlah calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai lebih dari 168 ribu orang.

Dengan jumlah kuota haji yang diberikan untuk Sulsel sekitar 5.777 orang, ini berarti dibutuhkan waktu 29 hingga 30 tahun sebelum jamaah yang sudah mendaftar dapat diberangkatkan.

Terkait hal ini, Menteri Agama mengakui Sulsel merupakan salah satu wilayah dengan daftar tunggu haji yang paling panjang.

"Memang Sulsel yang terpanjang antriannya, makanya kami mengimbau agar yang belum pernah berhaji saja yang menggunakan kuota yang terbatas ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sangat berharap Pemerintah Arab Saudi betul-betul mempertimbangkan penambahan kuota haji bagi Indonesia.

Kebijakan itu, kata dia, akan memberi dampak positif bagi penambahan kuota haji Sulsel.

"Otomatis jika kuota haji Indonesia bertambah, akan berpengaruh pada kuota haji Sulsel. Sekarang ini, daftar tunggu haji Sulsel mencapai 30 tahun," ungkapnya.

Pewarta: Nurhaya J. Panga
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2016