saya kira ini adalah hal terbesar yang terjadi dalam sepak bola
London (ANTARA News) - Leicester yang pada awal musim dipertaruhkan hanya 5.000:1 tidak akan menjadi juara liga akhirnya untuk pertama kali menjadi juara Liga Utama Inggris setelah pesaing terdekatnya Tottenham Hotspur hanya bisa seri 2-2 melawan Chelsea yang seketika mengangkat Leicester ke tangga juara liga elite Inggris itu.

Leicester City menjadi tim pertama yang merengkuh titel juara Liga Utama Inggris satu-satunya sejak Nottingham Forest melakukannya pada musim 1977-1978, dengan mengubur impian para raksasa Manchester City, Manchester United, Chelsea dan Arsenal.

Anehnya pertandingan terbesar dalam sejarah Leicester justru laga yang tidak mereka ikuti, yakni ketika aksi pamungkas memperebutkan siapa yang terbaik terjadi di London barat antara juara Liga Inggris tahun lalu melawan Tottenham yang menolak untuk menyerah dalam perburuan gelar juara liga.

Tim asuhan Claudio Ranieri sudah membuat rusak tim-tim pesaingnya dengan terus bercokol di puncak klasemen sejak 23 Januari ketika para pesaingnya jatuh bangun.

Yang luar biasa, Leicester menghabiskan setengah masa dari musim lalu di dasar liga sebelum bangkit pada masa-masa terakhir untuk menghindari degradasi.

Mereka memulai musim dengan banyak yang meramalkannya bakal terusir dari liga elite Inggris, namun sampai Natal mereka telah berubah menjadi penantang juara.

Tottenham tetap berada di pacuan juara untuk pertama kali sejak 1961 namun seri 1-1 Leicester melawan Manchester United Minggu pekan lalu membuat Leicester selangkah lagi merebut trofi juara.

Gol pada menit-menit terakhir dari Eden Hazard ke gawang Spurs yang menjadi musuh satu kota Chelsea di Stamford Bridge akhirnya memastikan nasib juara Liga Utama Inggris.

Seperti dikutip Reuters, bekas penyerang timnas Inggris Alan Shearer yang mengantarkan Blackburn Rovers juara Liga Utama Inggris pada 1995 berkata, "Bagi sebuah tim seperti Leicester yang mengalahkan para raksasa yang kaya dan berpengalaman, saya kira ini adalah hal terbesar yang terjadi dalam sepak bola."

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2016