Lebak (ANTARA News) - PT KAI Commuter Jabodetabek akan mengurangi perjalanan kereta rel listrik (commuter line) selama arus mudik dan balik Lebaran 2016.

Direktur Utama KCJ Muhammad N Fadhila usai peresmian Stasiun Kebayoran-Parung Panjang-Maja di Lebak, Rabu, mengatakan pengurangan tersebut untuk menyesuaikan penambahan perjalanan kereta jarak jauh selama arus mudik dan balik Lebaran 2016.

"Pasti kita akan ada kebijakan pengurangan jadwal perjalanan karena KA jarak jauhnya ditambah, selain itu orang-orang sudah pada mudik," katanya.

Dia menambahkan pengurangan tersebut akan disesuaikan dengan jam-jam padat dan lengang KA jarak jauh.

"Misalnya, pukul 08.00 ada KA jarak jauh tambahan, ya sudah kita tidak operasikan KRL karena penumpang KRL sudah mulai mudik dan beralih ke KA jarak jauh," katanya.

Namun, Fadhila menjelaskan rangkaian kereta tidak berubah, hanya perjalanannya saja yang dikurangi.

Selain itu, lanjut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya, KRL tidak berhenti di Stasiun Pasar Senen selama musim mudik Lebaran.

PT Kereta Api Indonesia memperkirakan akan ada 5,3 juta penumpang kereta api selama masa mudik Lebaran 2016 atau meningkat 5,5 persen dari 2015, yaitu 5,1 juta penumpang.

Untuk itu, telah disiapkan 217.364 kursi per hari selama masa mudik Lebaran 2016 atau meningkat dari Lebaran tahun lalu, yakni 214.048 kursi.

KAI juga telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2016 selama 22 hari, yakni mulai 26 Juni 2016 (H-10) sampai dengan 17 Juli 2016 (H+10) dengan puncaknya pada Sabtu, 2 Juli 2016 (H-4) dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 10 Juli (H+3).

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2016