San Francisco (ANTARA News) – Aplikasi navigasi milik Google, Waze, pada Senin (16/05) mulai menguji coba fitur jasa mobil tumpangan (carpool). Uji cobanya di sekitar markas Uber dan Lyft, seperti dilaporkan AFP.

Waze Carpool menekankan bahwa mereka hanya bermaksud membantu orang-orang berangkat menuju dan pulang dari tempat kerja dan patungan untuk membayar ongkos perjalanan, jadi  bukan tumpangan berdasarkan permintaan seperti yang ditawarkan Uber dan Lyft.

Namun, Waze Carpool tetap akan menawarkan jasa alternatif dari layanan berbagi tumpangan seperti Uber atau Lyft – setidaknya bagi orang-orang yang setiap hari pulang-pergi bekerja.

“Waze Carpool memudahkan Anda membantu tetangga atau rekan yang ada di wilayah Anda,” kata perusahaan itu di laman situs yang menjelaskan pengetesan layanan tersebut di daerah San Francisco Bay.

"Jalan memutar dihindari  seminimal mungkin sehingga perjalanan menuju tempat kerja Anda bisa disebut selalu sama, Anda bisa berkendara di jalur mobil tumpangan, dan orang yang anda angkut iuran biaya perjalanan – jadi kenapa tidak?”

Waze Carpool diluncurkan masih dalam bentuk percobaan dan tersedia bagi para pebisnis Bay Area dan pegawai mereka yang mendapat undangan, menurut situs itu.

Waze menekankan bahwa fitur mobil tumpangan itu fokus agar orang berbagi biaya perjalanan pulang-pergi, jadi bukan untuk tambahan penghasilan bagi pengemudi.
 
Tahun lalu Waze melakukan uji coba mobil tumpangan di Israel, negara tempat Waze lahir. Waze menggunakan data satelit penentu lokasi yang digabungkan dengan informasi seketika kondisi lalu-lintas dari para pengemudi.

Google membeli Waze kurang dari tiga tahun lalu dengan harga lebih dari satu miliar dolar AS.

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016