Nairobi (ANTARA News) - Kepolisian Kenya pada Rabu (25/5), mengatakan telah menangkap dua terduga anggota ISIS yang merencanakan serangan bom.

Polisi mengklaim bahwa kedua pria itu, Kiguzo Mwangolo Mgutu dan Abubakar Jillo Mohammed, telah diradikalisasi ketika berada di sebuah daerah kumuh di ibu kota Nairobi, tempat mereka direkrut menjadi anggota kelompok ISIS, yang menurut mereka "ingin bediri di Kenya."

Kedua pria itu diduga telah merencanakan serangan balasan setelah Mohammed Abdi Ali, terduga pemimpin kelompok itu dan seorang mahasiswa kedokteran, ditangkap bersama dengan dua orang lain karena diduga merencanakan serangan antraks. Mereka belum dijatuhi tuntutan.

"Setelah Mohamed Abdi Ali ditangkap, anggota jaringannya telah merencanakan serangan balasan menggunakan bom rakitan," ungkap polisi, seperti dilaporkan AFP.

"Penangkapan keduanya telah menggagalkan serangan teror dengan menggunakan bom dan senjata lain yang dipasang di Nairobi dan Mombasa."

Beberapa bahan yang disita menunjukkan bahwa keduanya merencanakan pengeboman, tambah polisi.

Meski kelompok Shebab yang terkait dengan Al Qaida masih aktif di Kenya sejak 2011, telah ada sedikit bukti kehadiran ISIS di negara itu setelah tentara Kenya dikerahkan di Somalia selatan.


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2016