Demak (ANTARA News) - Pesawat latih jenis Cessna 172 milik Sekolah Penerbangan Nusa International Flying School yang berawak dua orang jatuh di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin.

Menurut Kapolsek Wedung, Kabupaten Demak, IPTU Untung Supriyadi, ketika dihubungi lewat telepon, Senin, mengungkapkan, pesawat latih yang membawa dua orang tersebut jatuh di areal tambak di Dukuh Gojoyo, Desa Wedung, Demak, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum terjatuh, kata dia, pesawat dengan pilot Josua Adolf Watmena (21) asal Jakarta dan kopilot Boby Friadi (21) asal Semarang terlebih dahulu mengalami kerusakan mesin ketika pesawat berada di ketinggian 1.000 kaki.

Mesin pesawat, kata dia, diupayakan untuk dihidupkan secara berulang-ulang hingga akhirnya pesawat mendarat darurat di areal tambak.

Upaya pendaratan darurat tersebut, kata dia, bisa dibuktikan dari bekas roda pesawat yang terlihat di area tambak sejauh 7 meter dari lokasi pesawat terjatuh.

Sebelumnya, kata dia, pilot pesawat sudah berupaya meminta bantuan melalui telepon terkait kondisi mesin pesawat yang mati tersebut.

"Mereka diarahkan untuk mendaratkan pesawat di air demi keselamatan diri sendiri maupun masyarakat setempat," ujarnya.

Akhirnya, kata dia, pilot memutuskan mendaratkan pesawat secara darurat di atas areal tambak.

Pesawat latih tersebut, kata dia, terbang dari Bandara A. Yani Semarang sekitar pukul 12.00 WIB menuju Kecamatan Wedung sebagai lokasi latihan mereka.

Setelah latih terbang selama satu jam, kata dia, pilot bermaksud kembali ke Bandara A. Yani sekitar pukul 13.00 WIB, namun nahas mesin pesawat justru mati.

Pesawat latih tersebut, kata dia, biasanya berpenumpang tiga orang, termasuk pilot.

Akan tetapi, kata dia, karena keduanya dianggap sudah mahir dan segera menempuh keluluhan di sekolah penerbangan, mereka tidak didampingi pendamping dari sekolahnya.

Pilot maupun kopilot pesawat latih tersebut, kata dia, dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka-luka serius.

"Saat ini, keduanya berada di Kantor Polsek Wedung menunggu evakuasi dari pihak sekolah," ujarnya.

Untuk menjaga keamanan pesawat yang terjatuh di areal tambak, kata dia, dipasang garis polisi serta dijaga tiga personel kepolisian.

Pesawat yang terjatuh di areal tambak tersebut posisi depan menghujam ke areal tambak dan posisi ekor pesawat berada di atas dengan posisi terbalik.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016