Rabu, 18 Oktober 2017

Setelah Brexit, warga Skotlandia kian ingin berpisah dari Inggris

| 7.082 Views
Setelah Brexit, warga Skotlandia kian ingin berpisah dari Inggris
Tulisan "Ya" dan "Tidak" terlihat di Pulau Lewis, Skotlandia, Minggu (14/9). Tahun lalu Skotlandia menggelar referendum kemerdekaan dari Britania Raya setelah 307 tahun bergabung. (REUTERS/Cathal McNaughton)
London (ANTARA News) - Hampir 60 persen warga Skotlandia saat ini mendukung kemerdekaan Skotlandia setelah Jumat lalu Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa, demikian hasil jajak pendapat yang dilaporkan oleh sebuah surat kabar.

Koran Sunday Post mengatakan 59 persen responden jajak pendapat memilih kemerdekaan Skotlandia dari Kerajaan Inggris.

Persentase itu meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 45 persen warga mendukung kemerdekaan saat referendum dilangsungkan pada 2014. Referendum itu sendiri akhirnya memutuskan Skotlandia tetap bergabung dengan Kerajaan Inggris.

Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan referendum baru untuk menentukan kemerdekaan Skotlandia mungkin saja digelar.

Banyak warga Skotlandia dalam referendum 2014 memilih tetap bersama Kerajaan Inggris (UK) karena saat itu ada kekhawatiran bahwa memisahkan diri dari UK bisa menyebabkan mereka terlempar dari blok Uni Eropa.

Pada referendum Kamis (23/6), warga Skotlandia memilih tetap bergabung dengan Uni Eropa melalui perolehan suara 62 berbanding 38 persen. Namun, dengan kemenangan 52-48 persen, warga Inggris memilih keluar dari Uni Eropa.

Sunday Post melaporkan hasil jajak pendapat itu di halaman pertama yang juga disebarkan melalui Twitter oleh staf redaksi.

Surat kabar ini menolak memberikan rincian lebih lanjut menyangkut jajak pendapat itu, demikian Reuters.

(T008)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Ikuti berita dalam topik #

Referendum Brexit

Komentar Pembaca
Baca Juga