Senin, 21 Agustus 2017

Indonesia-Taiwan jalin kerjasama kembangkan pertanian

| 8.202 Views
Indonesia-Taiwan jalin kerjasama kembangkan pertanian
Kementan (id.wikipedia.org)
Ini adalah kerjasama dengan Taiwan, kerjasamanya pelatihan pertanian, khususnya untuk `packing house` dan `green house` supaya ada nilai tambah,"
Bandung (ANTARA News) - Kementerian Pertanian Indonesia dengan Taiwan melalui Taipei Economic and Trade Office menjalin kerjasama untuk mengembangkan produk pertanian dengan mendirikan Green House dan Packing House di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian dari Kementerian Pertanian, Widi Harjono mengatakan kerjasama ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan hasil pertaniannya lebih baik, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi petani.

"Ini adalah kerjasama dengan Taiwan, kerjasamanya pelatihan pertanian, khususnya untuk packing house dan green house supaya ada nilai tambah," kata Widi.

Ia menuturkan kerjasama yang dilakukan Indonesia dengan Taiwan itu akan memberikan manfaat bagi pertanian di Indonesia.

Menurut dia kerjasama yang diantaranya dilakukan pelatihan pengelolaan pertanian dan pengemasan hasil tani kepada masyarakat itu akan berdampak pada harga jual pertanian yang tinggi.

"Saya contohkan seperti sayuran brokoli yang biasanya dijual di pasaran Rp20 ribu, setelah dipacking itu bisa Rp40 ribu," katanya.

Ia menyampaikan kerjasama dengan Taiwan itu bukan hanya di Jabar tetapi sudah dilakukan di daerah lain di Bali, dan Jawa Tengah.

Khususnya di Jabar, kata dia, kerjasama pengembangannya lebih fokus pada pertanian jenis sayur-sayuran seperti tomat, brokoli dan paprika.

"Di Jabar ini jenis sayuran, untuk itu kita terbuka bagi masyarakat petani untuk bisa memanage dalam meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Ia menambahkan potensi pertanian di Indonesia masih sangat besar untuk terus dikembangkan, dan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Apalagi perkembangan zaman saat ini, kata dia, banyak orang yang sudah cenderung vegetarian atau senang makan sayur-sayuran.

"Sekarang banyak orang vegetarian, makanya ini menjadi potensi yang besar bagi petani sayur," katanya.

Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Phebe Yeh mengatakan lembaganya bukan hanya peduli tentang pertanian tetapi pada sektor lainnya.

Ia mengatakan Indonesia mempunyai sumber daya alam dan manusia yang banyak sehingga tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Taiwan yang memiliki teknologi lebih maju.

"Jadi kerjasama kita dengan Kementerian Pertanian berdasarkan kebutuhan Indonesia," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga