Jakarta (ANTARA News) - Operator seluler PT XL Axiata Tbk (XL) terus menggenjot bisnis layanan digital (digital services) sebagai salah satu faktor penopang pendapatan usaha di masa datang.

"Layanan bisnis digital terus melonjak. Hingga semester I 2016 bisnis digital tumbuh sekitar 40,4 persen dibanding periode sama 2015," kata Chief Digital Services Officer XL, Joseph Lumban Gaol, di Jakarta, Jumat.

Menurut Joseph, saat ini kontribusi dari layanan digital pada pendapatan perusahaan masih kurang dari 5 persen.

"Kedepannya, target kontribusi ini dapat meningkat di angka di atas 5 persen. Kami harus bekerja keras dan yakin akan bisa mencapainya," ujarnya.

Ia menjelaskan, memasuki semester II 2016 XL akan fokus pada tiga hal yaitu, fokus di beberapa inisiatif transformasi XL yaitu gencar memasarkan solusi mobile broadband berbasis 4G untuk pasar UKM.

Kedua, mempercepat transformasi organisasi untuk menuju sales/market centric organization antara lain membentuk tim khusus yang menangani SME market, ketiga, konsisten dalam membangun ekosistem layanan digital demi mendukung program ekonomi digital pemerintah.

Saat ini layanan digital yang dimiliki XL secara umum terbagi dalam 11 kategori, yaitu Cloud & Data Center, Mobile Finance, Mobile Banking, Mobile Advertising, dan Internet of Thing (IoT). Lalu ada elevenia, layanan korporate seperti CUG, layanan MPLS dan Leased Lines, Mobile Broadband (MBB), Digital Entertainment, dan terakhir Solution Selling/Business Development.

"Saat ini, layanan yang paling banyak diakses pelanggan adalah layanan Digital Entertainment atau Value Added Services (VAS). Jumlah pelanggannya mencapai sekitar 3 juta dan terus meningkat," ujarnya.

Untuk lebih memacu penjualan VAS, XL melakukan peningkatan kualitas antara lain dengan memperbaharui fitur keamanan dan sisi kenyamanan yang ada.

XL akan membuat aplikasi dan portal di mana pelanggan bisa mengetahui dengan jelas layanan apa saja yang bisa dinikmati.

Pelanggan juga dapat mengelola layanan VAS mereka tanpa rasa khawatir. Nomor pelanggan yang menikmati layanan VAS pun dijamin tidak akan terekspos ke penyelenggara layanan.

(R017)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016