Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian menyebut pelaku teror di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, mendapat tawaran uang Rp10 juta dari seseorang.

"Jadi IAH ditawari uang, 'kalau mau saya kasih Rp10 juta'," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto di Jakarta Senin.

Agus menuturkan IAH mau menerima tawaran uang namun remaja 17 tahun tersebut belum tahu dana itu untuk keperluan apa.

Saat ini polisi masih mendalami dan menyelidiki keterangan tersangka IAH terkait aksi teror terhadap pendeta Gereja Santo Yosep tersebut.

Agus mengungkapkan IAH bertemu orang yang menawari uang itu pada Kamis (25/8) dan berkomunikasi dengan dia. Menurut dia, orang tidak dikenal itu mengarahkan tersangka.

Usai bertemu dengan orang yang menawari dia uang, IAH merakit bom dengan bahan korek api dan kabel dan sekantong bubuk dari orang tersebut.

Agus menambahkan IAH merangkai benda tersebut sesuai arahan dari orang kenalannya itu dan pengetahuan yang dia dapat Internet.

Bahkan IAH sempat membuat dan mencoba meledakkan sesuatu yang suaranya mirip ban pecah yang diketahui kakak tersangka di indekos.

Selanjutnya, IAH mengikuti ibadah guna melancarkan aksi teror terhadap pendeta di Gereja Santo Yosep pada Minggu (28/8).


Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016