Sleman (ANTARA News) - Balai Arkeologi Yogyakarta pada minggu ketiga September ini akan kembali menyusuri Sungai Oya dan perbukitan di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melanjutkan survei peninggalan-peninggalan manuasia purba yang pernah ditemukan di sana.

"Survei tinggalan-tinggalan budaya manusia purba yang pernah ditemukan di sana, diharapkan nantinya bisa ditemukan suatu situs baru," kata kata Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani, Jumat.

Menurut dia, dari hasil penelitian terdahulu, memang sudah ada titik-titik yang jelas keberadaan artefak tinggalan budaya manusia purba. Namun, antara Gua dengan Sungai Oya masing ada yang belum tersambungkan.

"Di antara sungai dan gua itu bolong-bolongnya di mana masih belum tahu. Setidaknya nanti bisa menemukan situs yang baru," katanya.

Ia mengatakan, dari sisi ekologinya, manusia purba senang tinggal di alam terbuka karena berlimpah sumber makanan maupun sumber bahan baku untuk pembuatan alat batu.

"Dari sisi itulah kami akan terus melakukan penelitian. Meski selama ini memang belum pernah ada temuan fosil manusia purba," katanya.

Indah mengatakan, temuan artefak sebelumnya hanya sebatas artefak atau alat-alat batu. Serta fosil hewan-hewan purba.

"Tahun ini baru satu kabupaten, tahun selanjutnya akan diteruskan ke daerah lain. Ke wilayah Pacitan," katanya.

Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, sebelumnya juga mengatakan keberadaan manusia purba di Gunung Kidul potensinya cukup tinggi.

"Di Sungai Oya alat batu zaman paleolitikum dan mezolitikum," katanya.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016