Jakarta (ANTARA News) - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu harus menjadi titik tolak untuk audit keseluruhan JPO di Jakarta.

"Robohnya JPO di Pasar Minggu kemarin sore akibat angin kencang dengan menewaskan tiga orang adalah sebuah kasus yang tragis," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Menurut dia, hal itu mengindikasikan fasilitas publik JPO itu tidak memenuhi standar kelaikan, keamanan dan keselamatan.

Dia mengatakan YLKI menduga kuat banyak JPO serupa yang tidak memenuhi standar di banyak titik di Jakarta sehingga audit JPO menjadi sangat penting untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi warga Jakarta.

"Terbukti, beberapa waktu sebelumnya terdapat warga Jakarta yang meninggal karena kesetrum listrik di JPO, dijambret atau ditodong, bahkan aksi kriminalitas yang lebih sadis (pembunuhan)," katanya.

Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab menyedikan JPO yang layak dan manusiawi yang memenuhi standar keamanan dan keselamatan, sambung dia.


Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2016