Bandung (ANTARA News) - Komandan Distrik Militer yang juga Komandan Posko Penanggulangan Bencana Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto, mengimbau pengunjung yang datang berombongan menggunakan kendaraan untuk tidak masuk ke lokasi terdampak banjir Garut karena bisa mengganggu proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

"Mengimbau masyarakat apalagi sampai berbondong-bondong pakai kendaraan masuk lokasi bencana, itu dapat mengganggu," kata Setyo kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan selama tanggap darurat banyak masyarakat maupun kendaraan roda empat masuk ke titik daerah terdampak bencana banjir.

Bahkan, lanjut dia, ada juga unsur tamu pejabat atau para dermawan berbondong-bondong masuk ke lokasi bekas banjir.

"Kita khususkan untuk tamu-tamu VIP atau pejabat terkait yang ingin menuju lokasi disiapkan kendaraan," katanya.

Imbuan itu disampaikan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Selama ini, sejumlah ruas jalan di kawasan Garut kota terjadi kepadatan kendaraan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

"Makanya kami harap perhatiannya untuk mengurangi kemacetan saat masuk ke tempat bencana," katanya.

Ia menambahkan dampak lain dari kemacetan itu terutama menghambat upaya petugas pencarian maupun evakuasi korban, juga pendistribusian logistik maupun kebutuhan lainnya bagi korban banjir di pengungsian.

"Kalau macet, pendistribusian logistik, evakuasi semua terhambat," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016