Yang terbaru ini saya sudah serahkan LHKPN kepada KPK. Sekaligus saya memberikan instruksi kepada seluruh pejabat di Pemprov DKI, mulai dari eselon satu sampai eselon empat, untuk segera menyerahkan LHKPN."
Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku selalu menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara rutin.

"Dari dulu, sejak mulai menjadi pejabat negara, yaitu tahun 1999, harta kekayaan saya sudah diperiksa oleh KPK. Sampai sekarang, saya rutin lapor LHKPN," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis.

Pria yang lebih sering dipanggil Ahok sehari-hari itu pun bercerita dulu, KPK mengunjungi rumahnya untuk mewanwancarai istri dan dirinya sendiri selama sekitar 3,5 jam mengenai harta kekayaan yang dimilikinya.

"Dalam wawancara itu, saya dan istri selalu ditanya sumber duit saya dapat dari mana. Pokoknya, orang KPK datang ke rumah saya, kemudian melakukan wawancara sampai 3,5 jam," ujar Ahok.

Lebih lanjut, selama wawancara tersebut, mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku selalu memperlihatkan seluruh rekening bank yang dimilikinya kepada tim pemeriksa dari KPK.

"Termasuk saya juga melaporkan ada satu rekening yang ada di luar negeri, yaitu di Singapura. Tapi rekening itu milik istri saya. Rekening itu ada karena dulu istri saya sekolah disana," tutur Ahok.

Sementara itu, dia mengaku belum lama ini telah menyerahkan LHKPN terbarunya kepada KPK. Penyerahan LHKPN tersebut sengaja dia lakukan sekaligus untuk memberikan contoh kepada para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Yang terbaru ini saya sudah serahkan LHKPN kepada KPK. Sekaligus saya memberikan instruksi kepada seluruh pejabat di Pemprov DKI, mulai dari eselon satu sampai eselon empat, untuk segera menyerahkan LHKPN," ungkap Ahok. ***2*** (T.R027)

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2016