Athena (ANTARA News) - Yunani akan menyekolahkan sekitar 1.500 anak pengungsi, yang tertahan di negara tersebut, mulai 10 Oktober, kata Kementerian Pendidikan pada Rabu.

"Menyekolahkan anak-anak pengungsi merupakan kewajiban internasional Yunani," kata Menteri Pendidikan Nikos Filis dalam jumpa pers.

Kelas sore akan dibuka di 20 sekolah di Athena, Thesalonika dan beberapa daerah lain di negara ini, kata Kementerian Pendidikan.

Namun, setelah dua sekolah di Yunani utara menyatakan penentangan terhadap rencana itu pada bulan lalu, para pejabat mengatakan hanya anak-anak pengungsi yang sudah divaksinasi yang boleh bersekolah.

"Operasi bertahap di berbagai daerah lainnya akan mengikuti kemajuan proses vaksinasi," kata sekretaris jenderal kementerian Yiannis Pantis, seperti dilansir kantor berita negara ANA.

Pemerintah Yunani awalnya mengatakan pihaknya akan mendaftarkan sekitar 18.000 anak imigran di sejumlah sekolah mulai akhir September.

Namun, bulan lalu para orang tua di Oreokastro, sebuah distrik dekat Thesalonika, mengatakan mereka tidak akan membiarkan anak-anak pengungsi belajar di sekolah mereka karena alasan kesehatan, sikap yang dikutuk oleh pemerintah.

Lebih dari 60.000 pengungsi dan imigran saat ini terjebak di Yunani setelah beberapa negara Eropa di utara menutup perbatasan mereka pada tahun ini.

Mereka meliputi ribuan warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara, yang sedang menunggu persetujuan suaka atau relokasi di tempat lain di Uni Eropa, demikian dikutip dari laporan AFP.  (mr)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2016