Beijing (ANTARA News) - Petenis Polandia Agnieszka Radwanska sukses meraih gelar juara China Terbuka untuk yang kedua kalinya setelah menang straight-set atas Johanna Konta dalam final, Minggu.

Seminggu dominan, di mana dia tidak kehilangan satu set pun, Radwanska menyempurnakan penampilannya dengan menyelesaikan kemenangan final 6-2, 6-4 dalam waktu satu jam 36 menit.

Radwanska melaju ke final tanpa kehilangan satu set pun dan pada awal laga final ia tampak prima. Namun, ketika skor 5-2, Konta mulai menampilkan kaganasannya seperti ketika melawan Madison Keys pada babak sebelumnya.

Konta berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 5-4 dan bahkan memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Sayangnya, Konta akhirnya harus kehilangan set selanjutnya setelah kehilangan beberapa poin.

Konta berjuang pada set terakhir tetapi tidak dapat menemukan jalan untuk menembus pertahanan Radwanska. Radwanska mengakhiri pertandingan dengan hanya melakukan delapan kesalahan sendiri, dan membungkus kemenangan lewat ace.

Asia telah menjadi perburuan yang menyenangkan bagi Radwanska, memenangkan sembilan dari 20 gelar dalam karirnya. Namun, kesuksesannya di Beijing, di mana dia juga menang di tahun 2011, punya arti khusus.

"Ini adalah saat yang sangat istimewa; final ketiga dan gelar kedua di sini. Ini adalah minggu yang sangat istimewa bagi saya dan ini tidak ada yang lebih baik..," katanya seperti dikutip wtatennis.com.

Radwanska menjadi salah satu dari empat pemain aktif mengumpulkan tiga atau lebih gelar premier, bersama Serena Williams, Maria Sharapova dan Victoria Azarenka.

Konta, sementara itu, kekecewaannya kali ini akan terobati dengan kabar bahwa pada hari Senin ini dia akan menjadi salah satu dari empat pemain Inggris yang mencapai 10 Teratas (Top 10).

"Ini cukup keren! Saya sangat senang dengan kemajuan saya selama beberapa tahun terakhir dan mudah-mudahan lebih banyak tempat untuk mendaki," kata Konta.

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016